Menjaga Kesehatan Mata untuk Cegah Gangguan Penglihatan dan Kebutaan
Iustrasi kesehatan mata.-Foto: Inforadar/g@optikmikedaofficial-
Jakarta, Disway.id - Tingginya jumlah penderita kebutaan di Indonesia telah menjadi persoalan sosial yang memerlukan perhatian serius. Sebagai upaya pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan, WHO mencanangkan program Vision 2020: Right to Sight yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata demi terwujudnya kehidupan yang lebih sehat.
Mata merupakan salah satu organ vital yang berperan besar dalam kualitas hidup seseorang. Menjaga kesehatan mata dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana agar fungsi penglihatan tetap optimal, terutama memasuki usia produktif dan lanjut usia.
Langkah awal yang penting adalah melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Banyak orang merasa penglihatannya baik-baik saja, padahal sejumlah penyakit mata seperti glaukoma, gangguan mata akibat diabetes, hingga degenerasi makula sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Pemeriksaan rutin oleh tenaga medis menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Selain itu, memahami riwayat kesehatan mata dalam keluarga juga sangat penting. Informasi mengenai penyakit mata yang bersifat genetik dapat membantu seseorang mengetahui tingkat risiko yang dimiliki dan mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Pola makan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan penglihatan. Konsumsi buah dan sayuran, terutama sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung, sangat dianjurkan. Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon dan tuna, juga terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan mata.
Menjaga berat badan ideal tidak kalah penting. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes dan gangguan sistemik lainnya yang berpotensi menyebabkan kerusakan penglihatan, termasuk glaukoma dan penyakit mata akibat diabetes. Konsultasi dengan tenaga medis disarankan jika mengalami kesulitan mengontrol berat badan.
Penggunaan kacamata pelindung juga perlu diperhatikan, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang berisiko melukai mata. Kacamata khusus dengan lensa polikarbonat mampu memberikan perlindungan lebih kuat dibandingkan bahan plastik biasa.
Menghindari kebiasaan merokok merupakan langkah penting lainnya. Merokok diketahui meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula akibat usia, serta kerusakan saraf optik yang dapat berujung pada kebutaan.
Bagi mereka yang sering bekerja di depan layar, memberikan waktu istirahat bagi mata sangat dianjurkan. Aturan 20-20-20 dapat diterapkan, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 meter selama 20 detik untuk mengurangi kelelahan mata.
Terakhir, kebersihan tangan dan lensa kontak harus selalu dijaga. Mencuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak serta mensterilkannya sesuai petunjuk dapat mencegah infeksi mata yang berbahaya.
Sumber: