Sepanjang 2025, Basarnas Palu Tangani 87 Kejadian SAR di Sulawesi Tengah

Sepanjang 2025, Basarnas Palu Tangani 87 Kejadian SAR di Sulawesi Tengah

Kansar atau Basarnas Palu, Sulawesi Tengah, melatih 50 peserta pelatihan SAR.-Foto: Dok Kansar-

Palu, Disway.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas Palu mencatat telah menangani puluhan peristiwa operasi SAR selama 2025 di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu Muh Rizal.

"Di bandingkan semester pertama 77 kejadian, semester dua 2025 meningkat 10 kejadian, sehingga total kejadian ditangani sebanyak 87 peristiwa," kata Rizal dikutip dari Antara, Kamis (25/12/2025).

Dia menjelaskan, dari total penanganan tersebut, sebanyak 274 orang berhasil diselamatkan, 33 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 11 orang masih dalam status hilang. Jenis kejadian yang paling banyak ditangani Basarnas Palu adalah kecelakaan pelayaran, dengan total 42 kejadian.

Pada kecelakaan pelayaran tersebut, tercatat 129 orang selamat, lima orang meninggal dunia, dan enam orang hilang.

Selain itu, Basarnas Palu juga menangani delapan kejadian bencana alam dengan jumlah korban selamat sebanyak 109 orang, sembilan korban meninggal dunia, dan tidak ada korban hilang.

Sementara untuk peristiwa kondisi membahayakan manusia (KMM), tercatat sebanyak 35 kejadian dengan rincian 34 orang selamat, 19 orang meninggal dunia, dan lima orang dinyatakan hilang.

"Khusus kecelakaan penanganan khusus dua kejadian dengan jumlah korban selamat dua orang," ujarnya.

Rizal menambahkan, pada tahun 2024 pihaknya menangani 79 kejadian SAR. Jumlah tersebut meningkat delapan kejadian pada 2025. Namun, jika dilihat dari jumlah korban, penanganan pada 2024 justru lebih tinggi dengan total 437 orang.

Pada 2024, kecelakaan pelayaran tercatat sebanyak 39 kejadian dengan 194 orang selamat, delapan orang meninggal dunia, dan tiga orang hilang. Untuk kejadian KMM, terdapat 32 peristiwa dengan sembilan orang selamat, 19 orang meninggal dunia, dan 11 orang hilang.

Sementara itu, penanganan bencana pada 2024 berjumlah delapan kejadian dengan 192 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan tidak ada korban hilang.

"Sebagai lembaga negara yang ditugaskan dalam bidang SAR, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam memberikan pertolongan. Kami juga didukung dengan alutsista utama guna kelancaran operasi SAR," tutur Rizal.

Sumber: