Dampak Kekurangan Cairan Tubuh dan Pentingnya Mencegah Dehidrasi
Ilustrasi-Foto: Kesehatan-
Jakarta, Disway.id - Kekurangan cairan dalam tubuh dapat memicu terjadinya dehidrasi, yaitu kondisi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih besar dibandingkan dengan cairan yang masuk. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.
Dehidrasi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga lanjut usia. Tingkat keparahan dehidrasi pun berbeda-beda, sehingga tanda-tandanya tidak selalu disadari. Banyak orang yang tetap beraktivitas seperti biasa tanpa menyadari bahwa tubuhnya sebenarnya sudah kekurangan cairan.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda umum dehidrasi sangat penting agar dampak buruknya dapat dicegah. Dehidrasi yang berlangsung lama dapat mengganggu kerja ginjal, meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal, bahkan berisiko menimbulkan kerusakan pada otot.
Tanda-Tanda Dehidrasi yang Perlu Diperhatikan
Beberapa gejala yang sering muncul saat tubuh mengalami kekurangan cairan antara lain:
- Kepala terasa ringan atau pusing
- Tubuh mudah lelah dan kurang bertenaga
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Mulut, bibir, dan mata terasa kering
Dengan memahami ciri-ciri tersebut, diharapkan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dapat meningkat. Bagi orang dewasa, asupan air putih yang dianjurkan sekitar 2 liter setiap hari. Selain dari minuman, cairan juga bisa diperoleh dari makanan, sekitar 20% kebutuhan cairan harian berasal dari buah dan sayuran. Contohnya, bayam dan semangka yang memiliki kandungan air hingga sekitar 90%.
Selain itu, tetap biasakan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar kondisi tubuh tetap terjaga. Jika muncul keluhan atau gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan dehidrasi, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat oleh tenaga medis.
Sumber: