Bukan Formalitas, Mutasi Pejabat Pemkot Palu Jadi Senjata Dongkrak Kinerja
Pemkot Palu terus melakukan penguatan kinerja birokrasi sebagai upaya untuk merealisasikan target-target pembangunan daerah yang telah ditetapkan.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, terus melakukan penguatan kinerja birokrasi sebagai upaya untuk merealisasikan target-target pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan, pelaksanaan mutasi jabatan merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Palu dalam meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.
“Terutama kepada para kepala dinas dan badan yang mengalami mutasi, saya berharap ini disikapi secara positif. Mutasi ini adalah bagian dari strategi kita untuk memperkuat kinerja dan mencapai target bersama,” katanya dilansir dari Antara, Rabu (8/1/2026).
Menurutnya, kinerja para pejabat selama ini telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek guna menutupi berbagai kekurangan yang ada. Atas dasar itu, mutasi jabatan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola organisasi.
Hadianto juga menekankan bahwa pola mutasi jabatan kini diterapkan secara lebih fleksibel dan dinamis. Evaluasi kinerja dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Kalau dulu mutasi harus menunggu dua tahun, sekarang dua bulan ke depan pun bisa saja dilakukan. Oleh karena itu saya berharap kita semua benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menegaskan, setiap posisi jabatan memiliki peran strategis dan tidak boleh dipandang remeh. Mutasi, lanjutnya, tidak semata-mata bertujuan mengisi jabatan kosong, melainkan untuk memastikan jalannya pemerintahan berlangsung secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palu juga menyoroti pentingnya pakta integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh kepala dinas dan kepala badan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan pemerintahan secara profesional dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan agar pakta integritas tersebut benar-benar dijadikan pedoman kerja, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kepentingan daerah dan generasi mendatang.
Hadianto juga menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan ujung tombak pembangunan Kota Palu.
“Kalian adalah pejuang Kota Palu. Kota Palu sangat bersandar pada kalian. Tidak ada urusan suka atau tidak suka dalam penempatan jabatan. Semua memiliki dasar pertimbangan dan itu menjadi tanggung jawab saya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan sejumlah fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, di antaranya percepatan penanganan stunting, penurunan angka pengangguran terbuka, serta peningkatan kinerja aparatur secara lebih terukur dan optimal.
Meskipun Kota Palu telah memperoleh penghargaan terkait penanganan stunting, Hadianto menilai capaian tersebut masih perlu diikuti dengan kerja keras berkelanjutan agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Untuk itu, ia berharap penerapan sistem e-office dan SanguPalu dapat segera dirampungkan sehingga kinerja seluruh perangkat daerah dapat diukur secara objektif.
Sumber: