Tim SAR Palu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Wani Donggala
Ilustrasi: BPBD Sulawesi Tengah melaporkan sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda Desa Poh, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Rabu, 29 Oktober 2025 malam.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palu menerjunkan tim ke Desa Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk membantu evakuasi warga serta menyelamatkan barang-barang berharga milik masyarakat yang terdampak banjir.
Langkah tersebut dilakukan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Donggala dan sekitarnya sejak Minggu (11/1/2026) siang, yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
"Kami mengirim satu tim SAR dibantu potensi unsur dan potensi SAR lainnya melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal dilansir dari Antara, Senin (12/1/2026).
Rizal menjelaskan, operasi pencarian dan pertolongan melibatkan unsur gabungan, mulai dari TNI, Polri, aparat desa, hingga masyarakat setempat. Selain mengevakuasi warga, tim juga membantu memindahkan harta benda milik warga yang terendam banjir.
Sebelum pelaksanaan evakuasi, Kantor SAR Palu terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan asesmen kondisi lapangan guna menentukan langkah penanganan yang tepat.
"Dari laporan kami terima, tidak ada korban jiwa," ujarnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 11.00 Wita dan menyebabkan luapan sungai di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea. Tim SAR gabungan mulai melakukan operasi evakuasi sekitar pukul 15.20 Wita dan kegiatan tersebut berlangsung hingga petang hari.
Dari hasil pendataan sementara, tercatat sekitar 16 kepala keluarga terdampak. Selain satu rumah yang mengalami kerusakan, tiga rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Tidak hanya itu, satu jembatan penghubung antar desa juga terputus sehingga tidak dapat dilalui.
"Setelah semua dinyatakan aman, operasi SAR evakuasi warga dinyatakan selesai. Adapun peralatan penunjang operasi kami bawa yakni perahu karet, peralatan SAR air, alat komunikasi, peralatan medis dan alat evakuasi," tutur Rizal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah. Terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai agar lebih waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
"Warga perlu mempertahankan imbauan pemerintah, selalu memperbarui informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di kanal media sosial resmi mereka," ucapnya.
Sementara itu, data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat sekitar 10 desa di dua kecamatan di Kabupaten Donggala terdampak banjir. Wilayah tersebut meliputi Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo di Kecamatan Tanantovea, serta Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari di Kecamatan Sindue.
Sumber: