Wagub Sulteng Pimpin HLM TPID–TP2DD Bahas Stabilitas Ekonomi Daerah
Wagub Sulteng Reny A Lamadjido membuka sekaligus memimpin HLM TPID dan TP2DD di ruang Polibu Kantor Gubernur.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng) Reny A Lamadjido, secara resmi membuka sekaligus memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berlangsung di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Rabu (14/1/2026).
Agenda strategis tersebut dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat teknis terkait. Turut mendampingi Wakil Gubernur antara lain Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah Abdul Raaf Malik, Palakawira Waaster Kasdam XXIII/PW Letkol Inf. Andi Ismail, serta Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah AKBP Alex Reynold.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa HLM menjadi wadah penting pada level pengambil kebijakan untuk memastikan kondisi perekonomian daerah tetap terkendali dan stabil.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan ekonomi daerah,” ujar Wagub.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya pengendalian inflasi tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Apresiasi pun disampaikan atas kinerja TPID yang selama ini berperan aktif menjaga stabilitas harga di Sulawesi Tengah.
“Pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah,” tegasnya.
Wakil Gubernur berharap pelaksanaan HLM ini mampu melahirkan langkah-langkah kebijakan yang konkret, berkelanjutan, serta dapat dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas pengendalian inflasi di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah rekomendasi strategis, antara lain menjamin ketersediaan bahan pangan strategis, mengoptimalkan cadangan pangan daerah melalui koordinasi intensif dengan Bulog, serta melaksanakan operasi pasar murah secara tepat sasaran. Selain itu, TPID juga mendorong langkah antisipatif terhadap potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem, penerapan sistem pemantauan harga harian berbasis digital, serta penguatan komunikasi publik untuk mencegah terjadinya panic buying di masyarakat.
Sumber: