Kanwil Ditjenpas Sulteng Gandeng Dunia Usaha, Produk Warga Binaan Didorong Tembus Pasar

Kanwil Ditjenpas Sulteng Gandeng Dunia Usaha, Produk Warga Binaan Didorong Tembus Pasar

Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah memperluas jejaring kerja sama dengan sektor usaha guna membuka peluang pasar bagi produk hasil pembinaan WBP.-Foto: ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah memperluas jejaring kerja sama dengan sektor usaha guna membuka peluang pasar bagi produk hasil pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting agar program pembinaan kemandirian tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga binaan.

“Pembinaan kemandirian harus berujung pada nilai ekonomi. Ketika produk warga binaan diterima pasar, maka kepercayaan diri, keterampilan, dan peluang reintegrasi sosial mereka akan semakin kuat,” katanya di Palu, Kamis (15/1/2026).

Sebagai langkah konkret, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bukit Indah Doda Hotel & Resort. Kerja sama ini diarahkan untuk memastikan hasil pembinaan warga binaan tidak hanya diproduksi, tetapi juga memiliki akses pemasaran dan kesinambungan usaha.

Bagus menjelaskan, kolaborasi tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam mendorong hilirisasi produk pembinaan agar memiliki kualitas, daya saing, serta kepastian pasar.

“Kami ingin memastikan hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kemitraan ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan arah kebijakan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga membuka ruang bagi produk warga binaan untuk masuk dan berkompetisi di pasar terbuka.

“Sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis inklusi sosial,” tambahnya.

Di sisi lain, Asisten Manajer Bukit Indah Doda Hotel & Resort, Rizal, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung pemanfaatan serta pemasaran produk warga binaan, khususnya hasil pertanian dan produk olahan yang dikembangkan melalui program pembinaan di lapas dan rumah tahanan.

“Kami melihat produk warga binaan memiliki kualitas dan potensi pasar. Kerja sama ini menjadi bentuk dukungan kami terhadap pembinaan yang produktif sekaligus pemberdayaan ekonomi yang inklusif,” katanya.

Sumber: