Lapas Perempuan Palu Ikut Panen Raya Nasional, Warga Binaan Panen 40 Kg Sayuran

Lapas Perempuan Palu Ikut Panen Raya Nasional, Warga Binaan Panen 40 Kg Sayuran

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu melaksanakan panen raya di lahan pertanian lapas, Kamis (15/1/2026).-Foto: ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu melaksanakan panen raya di lahan pertanian lapas, Kamis (15/1/2026), sebagai bagian dari panen raya Serentak Nasional yang dipusatkan di Lapas Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto.

Kegiatan ini digelar secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia sebagai wujud pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di sektor ketahanan pangan.

Di Lapas Perempuan Palu, panen berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh warga binaan. Dari hasil pengelolaan lahan pertanian, warga binaan berhasil memanen total 40 kilogram sayuran, yang terdiri atas 15 kilogram kangkung dan 25 kilogram terong.

Panen Raya Serentak Nasional ini menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada aspek ketahanan pangan dan kemandirian. Melalui program ini, warga binaan dilibatkan langsung dalam pelatihan berbasis keterampilan kerja yang aplikatif.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari kerja keras warga binaan yang didukung pelatihan dan pendampingan petugas secara berkelanjutan.

“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu berkarya dan produktif apabila diberikan pelatihan yang tepat. Program pertanian ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang berguna sebagai bekal setelah bebas nanti,” ujar Yoesiana.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian, khususnya di bidang pertanian, dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia agar kegiatan pelatihan semakin produktif dan bernilai guna.

Dalam rangkaian Panen Raya Serentak Nasional tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lapas merupakan langkah strategis untuk membekali warga binaan dengan keterampilan hidup (life skill) yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung program nasional di sektor pertanian.

Kegiatan panen raya di Lapas Perempuan Palu juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, di antaranya perwakilan Polres Sigi, Kapolsek Dolo, Kejaksaan Negeri Sigi, Koramil Dolo, Kementerian Agama Kabupaten Sigi, Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah.

Perwakilan Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Reny, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian di Lapas Perempuan Palu.

“Kami sangat mendukung kegiatan pertanian di Lapas Perempuan Palu. Program ini sangat positif, tidak hanya untuk pembinaan Warga Binaan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan. Ke depan, kami siap bersinergi dan memberikan pendampingan agar pertanian di lapas ini semakin maju dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menariknya, seluruh hasil penjualan panen raya di Lapas Perempuan Palu disalurkan sebagai donasi untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera, sebagai wujud kepedulian sosial dan empati warga binaan terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

 

Jika ingin versi lebih humanis, lebih feature, atau lebih hard news, tinggal bilang—saya sesuaikan gaya redaksinya.

Sumber: