Terjadi Lagi, Pesawat Jatuh Tewaskan Seluruh Penumpang Termasuk Anggota DPR

Terjadi Lagi, Pesawat Jatuh Tewaskan Seluruh Penumpang Termasuk Anggota DPR

--

Sulteng, Disway.id - Langit yang seharusnya menjadi jalur aman perjalanan berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi, ketika sebuah pesawat jatuh dan meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga.

Dunia penerbangan kembali berduka setelah sebuah pesawat mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seluruh penumpangnya termasuk awak kapalnya, memicu duka mendalam dan pertanyaan besar tentang keselamatan penerbangan.

Lima belas orang, termasuk seorang anggota parlemen, tewas dalam kecelakaan pesawat di dekat perbatasan Kolombia dengan Venezuela, menurut otoritas penerbangan sipil Kolombia.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, sebuah **pesawat kecil milik negara Kolombia mengalami kecelakaan tragis di wilayah pegunungan Provinsi Norte de Santander, timur laut Kolombia, dekat perbatasan dengan Venezuela. Seluruh 15 orang di dalamnya tewas, termasuk seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kolombia serta calon legislatif lainnya.

Pesawat itu lepas landas dari kota perbatasan Cúcuta dan kehilangan kontak dengan menara kontrol sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di kota Ocaña sekitar tengah hari.

“Tidak ada yang selamat,” kata seorang pejabat dari otoritas penerbangan sipil, sebagaimana dilansir TRT World.

Wilayah Cúcuta bergunung-gunung dan dikenal dengan kondisi cuaca yang cepat berubah. Sebagian wilayah tersebut juga dikendalikan oleh Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok pemberontak terbesar di Kolombia.

Pihak berwenang mengatakan angkatan udara telah dikerahkan untuk mencari puing-puing dan mengevakuasi jenazah.

Seorang anggota parlemen dan seorang calon anggota parlemen diyakini berada di antara para korban.

Pesawat yang terlibat adalah Beechcraft 1900 bermesin ganda.

Pesawat ini terbang dari Bandara Camilo Daza di Cúcuta menuju Bandara Aguas Claras di Ocaña, sebuah rute domestik singkat yang biasanya memakan waktu sekitar 30–40 menit.

Di antara korban tewas terdapat:

  • Diógenes Quintero, seorang anggota DPR Kolombia yang terpilih sebagai perwakilan daerah Catatumbo, dikenal sebagai advokat hak asasi yang bekerja mewakili para korban konflik internal Kolombia.
  • Carlos Salcedo, seorang calon legislatif yang tengah berkampanye untuk pemilihan mendatang. 

Setelah laporan tentang lokasi kecelakaan diterima, tim penyelamat dari Angkatan Udara Kolombia dan otoritas penerbangan segera dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban. Namun, kondisi medan yang curam serta cuaca yang buruk memperlambat proses evakuasi. 

Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan resmi akan dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan cuaca ekstrem di pegunungan Andes atau faktor teknis lain pada pesawat.

Sumber: