Tak di Hotel, Anwar Hafid Gembleng Kepala Dinas di Masjid Raya Baitul Khairaat
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu.-Foto: Instagram/anwarhafid14-
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda dari kebiasaan. Ia mengajak seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan retret kepemimpinan yang tidak digelar di hotel maupun vila, melainkan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (30/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026). Retret ini dirancang bukan sebagai forum rapat formal atau paparan administratif, melainkan sebagai ruang penguatan mental, moral, dan spiritual bagi para pejabat daerah.
Langkah ini pun disebut menjadikan Anwar Hafid sebagai salah satu gubernur yang memilih rumah ibadah sebagai lokasi pembinaan pimpinan organisasi perangkat daerah. “Mulai hari ini, para kepala dinas kita ajak retret, tempatnya di masjid,” ujar Anwar.
Pemilihan Masjid Raya Baitul Khairaat dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Selain menjadi ikon peradaban Islam di Sulawesi Tengah, masjid tersebut dianggap mampu menghadirkan suasana reflektif, mendorong para pejabat untuk bekerja dengan kesadaran hati, bukan semata-mata bertumpu pada kewenangan jabatan.
Selama retret berlangsung, para kepala dinas dibimbing oleh jemaah tablig. Rangkaian kegiatan diisi dengan salat berjemaah, tausiah, kajian keislaman, serta diskusi reflektif yang membahas nilai kepemimpinan dan tanggung jawab aparatur kepada masyarakat.
Anwar Hafid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin para pejabat memulai dan menjalankan tugas pemerintahan dengan niat yang lurus dan penuh tanggung jawab.
“Saya ingin kepala dinas bekerja dengan hati bersih. Jabatan itu amanah, bukan alat kekuasaan,” tegasnya.
Ia menilai bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan manajerial. Tanpa fondasi moral dan integritas, kebijakan publik berpotensi menjauh dari kepentingan masyarakat.
“Kalau pemimpinnya takut pada Tuhan, kebijakannya insyaallah berpihak ke rakyat, bukan ke kantong pribadi,” ujarnya.
Terkait pemilihan lokasi masjid, Anwar Hafid juga menyampaikan pertimbangan efisiensi anggaran sekaligus nilai spiritual yang menyertainya. “Masjid itu sederhana, tetapi berkah. Hemat iya, berkah juga dapat,” ucapnya.
Sejumlah kepala dinas yang mengikuti retret mengaku mendapatkan pengalaman berbeda. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah, Muchsin Husain Pakaya, menyebut suasana masjid menghadirkan rasa kebersamaan tanpa sekat jabatan.
“Di sini enggak ada jabatan. Semua sama. Rasanya lebih menyatu,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Anwar Hafid kembali menegaskan karakter kepemimpinannya yang tidak hanya berorientasi pada program dan capaian angka, tetapi juga menempatkan nilai-nilai humanis, religius, dan integritas sebagai fondasi dalam membangun pemerintahan Sulawesi Tengah.
Sumber: