BPBD Tambah Armada untuk Percepat Penanganan Karhutla di Parigi Moutong
Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai.-Foto: ANTARA/HO-Wan-
Palu, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menambah dukungan armada dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
"Kami mendapat bantuan satu unit mobil tanki dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk digunakan mengangkut air bersih dan penyuplai air untuk armada pemadam kebakaran (damkar). Kami terus berupaya melakukan penambahan kendaraan," kata Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai saat dihubungi dari Palu seperti dilansir dari Antara, Rabu (4/2/2026).
Rivai menjelaskan, sejak kebakaran terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 22.00 Wita, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Selain itu, BPBD Parigi Moutong juga melakukan koordinasi lintas sektor guna memperkuat penanganan darurat, termasuk mengajukan permohonan bantuan mobil damkar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, mobil tangki BPBD, serta dukungan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah.
Namun hingga Selasa (3/2/2026), api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus mengambil langkah konkret agar kebakaran tidak kembali meluas.
"Meskipun api sudah kecil, tidak menutup kemungkinan bisa membesar kembali karena angin cukup kencang pada siang hari. Sembari menunggu tambahan bantuan kendaraan, kami terus berjibaku melakukan langkah-langkah penanganan," ujarnya.
Selain fokus pada pemadaman, BPBD juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ranting maupun semak sisa pembersihan lahan kebun yang berpotensi memicu kebakaran.
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, sekitar 20 hektare lahan perkebunan milik warga di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, terdampak karhutla. Kebakaran tersebut dipastikan berasal dari aktivitas pembersihan kebun.
"Sejak Senin (2/2/2026) kami juga mendapat tambahan personel dari Manggala Agni bantuan Kementerian Kehutanan. Mereka membantu penanganan dengan cara manual, terutama di wilayah pegunungan karena di wilayah itu tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Dengan cara apa pun kami harus menjinakkan kobaran api," tutur Rivai.
Saat ini, BPBD Parigi Moutong juga telah mengajukan permohonan bantuan kendaraan khusus ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan karhutla, mengingat masih terdapat sejumlah titik api di kawasan pegunungan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga darurat bencana alam terhitung sejak 30 Januari hingga 28 Februari 2026, sebagai tindak lanjut imbauan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem.
"Kami mendapat laporan ada kemunculan titik api di sekitar gunung di Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah. Informasi seperti ini langsung kami tindaklanjuti untuk melakukan langkah pemadaman. Kami juga dibantu personel damkar, TNI/Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat setempat dan kami berharap upaya dilakukan membuahkan hasil yang baik," kata dia.
Sumber: