IEAB: Penggabungan Subholding Hilir Pertamina Langkah Strategis Nasional

IEAB: Penggabungan Subholding Hilir Pertamina Langkah Strategis Nasional

Direktur Eksekutif Institut Energi Anak Bangsa (IEAB), M Niko Kapisan.-Foto: Istimewa-

Jakarta, Disway.idPT Pertamina (Persero) resmi menyatukan tiga entitas usahanya di sektor hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), ke dalam satu subholding downstream. Langkah korporasi ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk Institut Energi Anak Bangsa (IEAB).

Direktur Eksekutif IEAB, M Niko Kapisan, menilai konsolidasi tersebut sebagai upaya nyata memperkuat struktur energi nasional agar semakin solid dan terkoordinasi.

"Ini langkah strategis untuk meningkatkan optimalisasi operasional hilir dan memperkuat pasokan energi nasional demi tercapainya kedaulatan energi nasional," kata Niko dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran direksi yang baru saja menerima mandat jabatan, seraya berharap amanah tersebut dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

"Selamat kepada jajaran direksi yang diberikan amanah untuk ditugaskan menjabat," ujarnya.

Menurut Niko, para pimpinan yang dilantik merupakan figur-figur berpengalaman dengan rekam jejak yang telah teruji di bidangnya masing-masing. Ia menekankan bahwa tanggung jawab yang diemban bukanlah tugas ringan karena menyangkut kepentingan negara.

"Mereka adalah orang-orang terbaik sesuai dengan pengalaman dan kualifikasi yang tidak diragukan lagi dan ini juga merupakan tugas berat untuk negara yang harus dilakukan dengan sebaiknya," tuturnya.

Dalam skema penggabungan tersebut, PPN ditunjuk sebagai entitas yang menerima peleburan KPI dan PIS. Integrasi ini menjadi bagian dari strategi besar Pertamina dalam merapikan dan memperkuat rantai bisnis hilirnya.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa penyatuan lini hilir ini diarahkan untuk mendorong efisiensi, menjamin ketersediaan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika global.

"Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke," ujar Simon dalam keterangan, Kamis (5/2/2026).

Melalui pembentukan subholding downstream ini, Pertamina membidik transformasi menyeluruh pada lini bisnis hilir, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Manajemen memastikan bahwa proses integrasi tidak akan mengganggu pelayanan kepada konsumen, mitra usaha, maupun pekerja.

Sebaliknya, kolaborasi yang semakin terstruktur antarunit diharapkan mampu memperkuat keandalan distribusi energi bagi publik.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa integrasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda swasembada energi.

"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," jelas Baron.

Sumber: