Lapas Perempuan Palu dan BKMT Sulteng Gelar Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan di Bulan Ramadan

Lapas Perempuan Palu dan BKMT Sulteng Gelar Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan di Bulan Ramadan

Lapas Perempuan Kelas III Palu bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan pembinaan keagamaan bagi para Warga Binaan.-Foto: ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan pembinaan keagamaan bagi para Warga Binaan dengan tema “Mengisi Ramadan dengan Kebaikan”, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kehangatan serta diikuti sekitar 150 Warga Binaan yang antusias memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperdalam pemahaman keagamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah nuansa religius di lingkungan Lapas. Para peserta selanjutnya bersama-sama melantunkan zikir dan selawat sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasi kepada BKMT Provinsi Sulawesi Tengah yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada para Warga Binaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk memaknai Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan serta memperbaiki diri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap Warga Binaan memaknai Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” harap Yoesiana.

Dalam sesi ceramah agama, dua narasumber dari BKMT Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan tausiah yang sarat dengan nilai edukatif dan motivasi. Ceramah pertama disampaikan oleh Mardiati yang mengangkat tema “Peran Ibu dalam Membentuk Generasi Emas 2045”. Ia menegaskan pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik serta membangun karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Selanjutnya, ceramah kedua disampaikan oleh Nurhayati dengan materi tentang Tazkiyatun Nafs. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Nurhayati juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan spiritual tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan Lapas memiliki peran penting dalam memberikan dorongan moral dan penguatan mental bagi para Warga Binaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, terlebih di bulan suci Ramadan. Semoga apa yang disampaikan hari ini menjadi bekal bagi mereka untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” tutur Nurhayati.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab. Para Warga Binaan terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan spiritual, peran keluarga, hingga upaya memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para Warga Binaan dapat terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menebar kebaikan sekaligus membangun harapan baru dalam menata kehidupan di masa depan.

Sumber: