PBSI Soroti Ketatnya Persaingan Dunia, Tur Eropa 2026 Jadi Evaluasi Penting Atlet Indonesia
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia PBSI menilai persaingan di kancah bulu tangkis dunia saat ini semakin ketat.-Foto: PBSI-
Jakarta, Disway.id - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menilai persaingan di kancah Bulu Tangkis dunia saat ini semakin ketat. Kondisi tersebut membuat perjalanan untuk meraih gelar juara di setiap turnamen menjadi lebih menantang.
Hal itu terlihat dari hasil rangkaian Tur Eropa 2026, di mana para wakil Indonesia belum mampu meraih hasil maksimal. Sejumlah atlet hanya melaju hingga babak-babak akhir meski tetap mampu memberikan perlawanan sengit.
Turnamen yang diikuti dalam rangkaian tersebut meliputi German Open, All England, Swiss Open, hingga Orleans Masters, namun belum menghasilkan gelar juara bagi Indonesia.
Situasi ini menunjukkan bahwa tingkat kompetisi dengan para pemain elite dunia semakin merata dan kompetitif.
Meski demikian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian menilai ada perkembangan positif terutama pada atlet muda yang mulai menunjukkan daya saing di level internasional.
Menurutnya, pengalaman dari rangkaian turnamen tersebut menjadi modal penting untuk perbaikan ke depan agar mampu kembali bersaing merebut gelar juara.
“Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi top dunia,” jelas Eng Hian dalam keterangan resmi PBSI, Selasa (24/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa aspek fisik, mental, hingga pemulihan kondisi atlet menjadi perhatian utama, mengingat padatnya kalender turnamen sepanjang 2026.
“Hasil di tur Eropa ini akan menjadi pijakan penting untuk langkah selanjutnya, dengan berbagai perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap dan terukur,” pungkasnya.
Sumber: