Gubernur Sulteng Tekankan Peran Spiritualitas dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Gubernur Sulteng Tekankan Peran Spiritualitas dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan, nilai spiritual dan kedekatan dengan masjid memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.-Foto: sultengprov.go.id-

Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan, nilai spiritual dan kedekatan dengan masjid memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan serta sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan retret kepala sekolah di masjid Raya Baitul Khairaat.

Dalam pemaparannya, ia menilai masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat keberkahan yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

“Semua masjid di muka bumi ini adalah rumah Allah. Banyak sekali contoh soal janji Allah, dimana satu negara yang melaksanakan perintah Allah ini dengan istiqomah, Allah menepati janjinya,” ujarnya dikutip, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang penuh keberkahan apabila masyarakatnya aktif memakmurkan masjid. Ia meyakini kedekatan dengan rumah ibadah akan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial.

“Sulawesi Tengah ini kurang apa? Allah sudah janji sembah aku di rumah-Ku maka akan turun keberkahan di situ,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan, Anwar Hafid mengajak para kepala sekolah agar tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan akhlak peserta didik melalui pendekatan keagamaan.

Ia mendorong sekolah untuk membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah serta mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas belajar.

“Ajak anak-anak sekolah untuk sholat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan di dunia pendidikan tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan rasional saja. Peran doa dan ketergantungan kepada Tuhan dinilai menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam membina perilaku siswa.

“Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah terutama anak-anak ini jika bukan karena Allah,” ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa praktik pendidikan harus bebas dari kekerasan dan lebih mengedepankan nilai akhlak, keteladanan, serta doa dalam membentuk karakter generasi muda.

“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga memperkenalkan penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Ia meyakini bahwa dengan menjaga nilai-nilai tersebut, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih baik serta tujuan pembangunan daerah dapat tercapai.

Sumber: