Solusi Parimo Atasi Karhutla via Bimtek
--
disway,sulteng.id - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah melakukan penguatan penanganan bencana non-alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui bimbingan teknis (bimtek) mengingat peristiwa itu terjadi secara berulang di daerah tersebut.
"Eskalasi karhutla terjadi pada Februari 2026, peristiwa itu berulang selang beberapa bulan pada lahan-lahan mengalami kekeringan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong Zulfinasran saat menghadiri bimtek tersebut di Parigi, Selasa.
Ia mengemukakan Parigi Moutong termasuk daerah dengan potensi bencana karhutla yang cukup tinggi yang menjadi atensi nasional, karena begitu besarnya dampak yang ditimbulkan akibat bencana non-alam itu, baik gangguan kesehatan, aktivitas perekonomian masyarakat, maupun kerusakan ekologi.
Guna meredam eskalasi karhutla, Pemkab Parigi Moutong berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan yang difokuskan pada penguatan sistem mitigasi bencana, termasuk karhutla melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan karena risikonya tinggi di tambah dengan kondisi cuaca yang ekstrem.
"Jika masyarakat menemukan aktivitas pemakaian lahan segera laporkan kepada pemerintah daerah (pemda) maupun aparat kepolisian," ujarnya.
Ia menjelaskan pencegahan karhutla perlu kolaborasi yang kuat antara pemda, TNI/Polri, masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan, karena kebakaran terjadi dipicu berbagai faktor, termasuk cuaca.
Ia menjelaskan pelestarian lingkungan salah satu kata kunci dalam mitigasi bencana, sehingga setiap masyarakat harus memiliki pola pikir merawat dan menjaga ekosistem alam.
"Upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan karhutla harus menjadi bagian dari gerakan bersama, hingga ke tingkat desa," ucap Zulfinasran.
Ia menambahkan pola pemadaman api juga penting karena sebagai besar karhutla yang terjadi berada pada lahan kering di atas gunung, sehingga dibutuhkan teknologi mumpuni dan rekayasa peralatan memadai dalam melakukan penanganan.
Sumber: