Donggala Dorong Guru Berprestasi Jadi Role Model, Mutu Pendidikan Digenjot

Donggala Dorong Guru Berprestasi Jadi Role Model, Mutu Pendidikan Digenjot

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya mengembalikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam pembentukan hukum nasional.-Foto: ANTARA/HO-Disdikpora Donggala-

Donggala, Disway.id - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan peran tenaga pendidik di setiap satuan sekolah. Upaya ini difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran sekaligus kepemimpinan kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Donggala, Ansyar Sutiadi, menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah berprestasi diharapkan mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin para guru dan kepala sekolah yang berprestasi di masing-masing sekolah bisa menjadi role model dalam meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya dilansir dari Antara, Sabtu (2/5/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebanyak 98 tenaga pendidik dari jenjang TK, SD, hingga SMP tengah mengikuti penilaian guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten. Kegiatan ini dinilai penting untuk mengidentifikasi sekaligus memberikan penghargaan kepada para pendidik yang menunjukkan kinerja unggul.

“Jadi penilaian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberikan apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah yang berprestasi,” ucapnya.

Melalui proses seleksi tersebut, diharapkan muncul figur-figur inspiratif yang tidak hanya memiliki kompetensi tinggi, tetapi juga mampu mendorong perubahan positif di lingkungan pendidikan.

“Ke depan para guru dan kepala sekolah ini usai mengikuti penilaian, diharapkan bisa menerapkan praktik baik atau best practices di masing-masing sekolahnya,” kata Ansyar.

Dalam pelaksanaannya, penilaian melibatkan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah serta pengawas sekolah sebagai tim penguji. Indikator yang digunakan meliputi kinerja, inovasi, pengembangan profesi, prestasi, dampak terhadap lingkungan sekolah, hingga aspek kepribadian dan sosial.

Sementara untuk kepala sekolah, aspek penilaian lebih menitikberatkan pada kepemimpinan, manajemen sekolah, inovasi dan transformasi, serta kemampuan sosial.

“Kalau kepala sekolah indikator penilaiannya itu ada kepemimpinan, manajemen sekolah, inovasi dan transformasi, kepribadian dan sosial,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdikpora Donggala, saat ini terdapat 503 sekolah di wilayah tersebut, terdiri dari 376 Sekolah Dasar (SD) dan 127 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah daerah berharap, melalui penguatan kualitas tenaga pendidik, mutu pendidikan di Donggala dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Sumber: