Barantin Kawal Ekspor Durian Parimo, Petani Diarahkan Tembus Pasar China

Barantin Kawal Ekspor Durian Parimo, Petani Diarahkan Tembus Pasar China

Pemprov Sulteng resmi melepas ekspor perdana sebanyak 459 ton durian ke Tiongkok dalam acara yang digelar di Palu, Kamis (16/4/2026).-Foto: disdik.sultengprov.go.id-

Parigi Moutong, Disway.id - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan kesiapan mendukung peningkatan kualitas ekspor durian dari Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, melalui pendampingan penguatan ekosistem komoditas dari sektor hulu hingga hilir.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan penguatan ekosistem ekspor durian penting dilakukan agar seluruh pihak, mulai dari petani hingga pemerintah daerah, memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Perlu dibuatkan lingkungan yang baik supaya ekosistem ekspor durian lebih baik, menguntungkan petani, pelaku usaha maupun pemerintah," kata Karding saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu rumah kemas di Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan Barantin siap mendampingi para petani durian dalam memperoleh sertifikat Good Agricultural Practices (GAP), yang menjadi salah satu syarat utama ekspor, khususnya untuk pasar Tiongkok.

Penerapan GAP mencakup proses budidaya, panen, hingga penanganan pascapanen sesuai standar keamanan ekspor internasional. Karena itu, petani diminta segera mendaftarkan kebun mereka agar dapat mengikuti proses sertifikasi.

"Saat ini ada tujuh packing house atau rumah kemas di Sulawesi Tengah telah memiliki izin ekspor durian ke Tiongkok dari 42 rumah kemas. Puluhan rumah kemas yang belum memiliki izin kami upayakan bisa segera mengekspor komoditas durian ke pasar Tiongkok," ujarnya.

Menurut Karding, penguatan ekosistem durian nasional menjadi salah satu prioritas Barantin bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah tersebut dinilai penting karena durian kini berkembang menjadi komoditas unggulan nasional yang memiliki prospek besar di pasar global.

Ia juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas jika ada oknum pegawai Barantin yang mempersulit proses pengurusan sertifikat atau melakukan praktik gratifikasi terhadap petani.

"Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu titik penting dan strategis dalam rantai ekspor durian ke Tiongkok karena ada proses hulu hingga hilirnya," ucap Karding.

Pendampingan yang dilakukan Barantin, lanjut dia, mencakup pengawasan menyeluruh mulai dari registrasi kebun, sertifikasi rumah kemas, ketertelusuran produk, hingga memastikan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta aman dari residu pestisida dan kontaminan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi nilai ekspor melalui karantina pada 2025 mencapai 7,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) komponen ekspor Sulawesi Tengah.

Khusus ekspor durian, kontribusinya terhadap perekonomian Sulawesi Tengah mencapai Rp304,4 miliar.

"Keberhasilan ekspor durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan," kata dia.

Sumber: