Sapi Kurban Prabowo 915 Kg Disalurkan untuk 300 KK di Buol

Sapi Kurban Prabowo 915 Kg Disalurkan untuk 300 KK di Buol

Pemkab Sigi, Sulawesi Tengah, menyalurkan daging kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada 300 warga penerima manfaat di Desa Balane.-Foto: ANTARA/HO-Pemkab Sigi-

Buol, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah, menyerahkan satu ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nur Desa Lakea I, Kecamatan Lakea.

Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj Daimaroto mengatakan bantuan sapi kurban tersebut diberikan untuk memperkuat solidaritas sosial, meneladani nilai pengorbanan dalam ajaran Islam, serta membantu masyarakat melalui pembagian daging kurban.

"Bantuan sapi kurban ini sumbernya dari anggaran Sekretariat Kepresidenan Republik Indonesia dengan alokasi sebesar Rp140 juta untuk Kabupaten Buol dengan bobot mencapai 915 kilogram," kata Nasir dilansir Antara, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan DKM Masjid An-Nur Desa Lakea I telah ditetapkan sebagai penerima bantuan sapi kurban Presiden RI tersebut.

"Untuk total penerima manfaat daging kurban sebanyak 300 kepala keluarga berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan panitia," ucapnya.

Menurut Nasir, sapi bantuan Presiden merupakan sapi lokal hasil inseminasi buatan dengan bobot mencapai 915 kilogram dan menjadi salah satu sapi terbesar di Kabupaten Buol.

"Tentunya capaian ini merupakan hasil kerja sama antara peternak, tenaga teknis peternakan, serta dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan program peningkatan kualitas ternak di Kabupaten Buol," sebutnya.

Ia menambahkan penyembelihan sapi kurban dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2026 di halaman Masjid An-Nur Desa Lakea I.

"Harapannya bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Buol sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga mengingatkan masyarakat agar tidak melepas ternak secara bebas demi menjaga keselamatan dan ketertiban, terutama di kawasan Jalur Trans Sulawesi.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melepas ternak secara bebas karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun kerugian bagi warga lainnya," ujarnya.

Ia turut mengajak para peternak untuk terus menjaga kualitas dan kesehatan ternak melalui pola pemeliharaan yang baik agar nilai ekonomi dan produktivitas peternakan di Kabupaten Buol semakin meningkat.

Sumber: