Groundbreaking Digelar, Disway Siapkan Kantor Baru untuk Tiga Entitas

Groundbreaking Digelar, Disway Siapkan Kantor Baru untuk Tiga Entitas

Harian Disway memulai pembangunan gedung kantor barunya yang berlokasi di Jalan Ketabang Kali, Surabaya. -Foto: Disway Group-

Surabaya, Disway.id - Harian Disway memulai pembangunan gedung kantor barunya yang berlokasi di Jalan Ketabang Kali, Surabaya. Posisi gedung tersebut berada tepat di belakang kantor lama di Jalan Wali Kota Mustajab yang berhadapan langsung dengan Balai Kota Surabaya.

Bangunan yang dirancang secara vertikal itu nantinya akan menjadi pusat aktivitas bersama bagi Harian Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya Surabaya. Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga yang selama ini berada dalam satu ekosistem.

Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking dilaksanakan secara sederhana dengan melibatkan sejumlah mitra dan rekanan perusahaan yang selama ini menjalin kerja sama dengan Disway Group.

Chief Financial Officer (CFO) Harian Disway yang juga bertindak sebagai pimpinan proyek, Annie Wong, menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan perusahaan ke depan.

"Semoga dengan pembangunan gedung Disway Center ini dapat memperkuat harapan dan komitmen kita untuk memiliki masa depan yang berkepanjangan. Kami berharap gedung ini membawa kemajuan, ruang kolaborasi, serta memberikan manfaat luas bagi kita semua," ujar Annie Wong dikutip, Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, pendiri Disway, Dahlan Iskan, mengungkapkan bahwa nama resmi gedung tersebut hingga kini masih belum diputuskan. Untuk sementara waktu, proyek pembangunan tersebut masih menggunakan sebutan Disway Center.

“Nama gedung ini masih saya rahasiakan. Terutama pada anak saya Azrul Ananda. Sebab dia juga merahasiakan pemain rekrutan baru Persebaya untuk musim depan,” kata Dahlan yang disambut tawa para tamu undangan.

Sebagai informasi, saat ini Azrul Ananda menjabat sebagai Presiden Klub Persebaya Surabaya.

Dahlan berharap nama yang nantinya dipilih dapat mencerminkan semangat kolaboratif antara Disway, DBL Indonesia, dan Persebaya. Ketiga entitas tersebut bergerak di bidang yang berbeda, yakni media, olahraga anak muda, dan sepak bola profesional, namun memiliki kesamaan dalam membangun komunitas dan mendorong lahirnya berbagai karya serta prestasi.

Dalam proses pencarian nama, Dahlan bahkan mengaku sempat memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperoleh berbagai referensi.

“Saya sempat masukkan konsep gedung ini ke AI lalu minta rekomendasi nama. Eh ternyata dikasih nama Bonek Center. Rupanya AI tahu juga Bonek,” ujar Dahlan.

Terkait pembangunan, Dahlan menjelaskan proyek tersebut tidak dikerjakan menggunakan jasa kontraktor swasta. Seluruh proses dilakukan secara swakelola dengan pengawasan ketat dari tim yang ditunjuk untuk menjaga kualitas hasil pembangunan.

"Kami ingin desain yang tidak biasa, yang mudah-mudahan belum ada di Surabaya. Karena itu kami ingin leluasa membangun sendiri sesuai dengan keinginan sendiri," tegasnya.

Sebagai simbol dimulainya pembangunan, acara groundbreaking ditandai dengan pemukulan gong. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang pertama menggunakan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD).

Sumber: