Gubernur Sulteng Gercep, Instruksikan Tanggap Darurat Pascagempa M6,7

Gubernur Sulteng Gercep, Instruksikan Tanggap Darurat Pascagempa M6,7

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.-Foto: Instagram/anwarhafid14-

Palau, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid langsung menginstruksikan langkah-langkah tanggap darurat setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya, Selasa (16/6/2026).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam penanganan pascagempa. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak serta memastikan kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid dilansir Antara, Selasa (16/6/2026).

Instruksi tersebut mencakup seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana agar segera melakukan tindakan darurat di lapangan guna menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

Selain itu, Anwar Hafid mengimbau warga di wilayah Sulawesi Tengah, terutama yang berada di kawasan Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), serta daerah lain yang merasakan dampak gempa, agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah dan BMKG.

Sebagai bagian dari respons cepat, pemerintah daerah telah mengerahkan tenaga medis ke sejumlah lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami luka maupun gangguan kesehatan akibat gempa mendapatkan pelayanan yang memadai.

Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya korban maupun kebutuhan layanan medis pascabencana.

Untuk mengantisipasi ancaman gempa susulan, rumah sakit juga diminta menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Di sisi lain, BPBD Sulawesi Tengah bersama OPD terkait telah diperintahkan segera menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi akan menjadi fokus utama selama masa tanggap darurat berlangsung.

Gubernur juga meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak akibat gempa. Tim teknis dari instansi terkait akan melakukan asesmen untuk memastikan kelayakan dan keamanan bangunan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah masih melakukan pendataan dan penilaian dampak di lapangan. Koordinasi terus dilakukan dengan BMKG, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur terkait lainnya agar proses penanganan berjalan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas berwenang.

Sumber: