Lapas dan Rutan di Sulteng Dipastikan Aman Pascagempa Magnitudo 6,7

Lapas dan Rutan di Sulteng Dipastikan Aman Pascagempa Magnitudo 6,7

Ditjenpas Sulteng memastikan seluruh lapas dan rutan di wilayah hukumnya aman terkendali.-Foto: ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) memastikan seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di wilayah hukumnya aman dan terkendali setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Selasa (16/6/2026).

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman menyampaikan, pihaknya segera turun langsung untuk mengecek kondisi Lapas Kelas IIA Palu serta Rutan Kelas IIA Palu. Peninjauan dilakukan guna memastikan keamanan warga binaan, petugas, serta mengevaluasi dampak gempa terhadap fasilitas dan bangunan.

“Kami memastikan seluruh warga binaan dan petugas dalam kondisi aman. Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan akan segera ditindaklanjuti,” kata Herman dilansir dari ditjenpas.go.id.

Dalam kunjungan ke Lapas Kelas IIA Palu bersama Kalapas Makmur, Herman melihat langsung kondisi warga binaan dan petugas sekaligus memeriksa sejumlah bangunan yang terdampak getaran gempa. Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya kerusakan ringan berupa retakan pada beberapa bagian bangunan.

“Beberapa kerusakan ringan berupa retakan pada bangunan telah kami identifikasi dan akan segera ditindaklanjuti. Kondisi ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum wilayah Sulawesi Tengah untuk langkah perbaikan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia juga memberikan arahan kepada jajaran Lapas Palu agar meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat mitigasi bencana, terutama untuk mengantisipasi potensi gempa susulan. Menurutnya, keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat.

Selain itu, Herman turut meninjau Rutan Kelas IIA Palu dan berdialog dengan warga binaan untuk memastikan kondisi psikologis mereka tetap stabil pascagempa. Ia memberikan penguatan agar para warga binaan tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas.

“Kami ingin memastikan bukan hanya kondisi bangunan yang aman, tetapi juga memastikan warga binaan merasa tenang dan terlindungi. Situasi saat ini terkendali dan seluruh aktivitas pembinaan tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat,” katanya.

Herman juga menginstruksikan seluruh kepala unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Sulawesi Tengah untuk melaporkan kondisi secara berkala setelah gempa.

Berdasarkan laporan per Rabu (17/6/2026), seluruh lapas, rutan, LPKA, LPP, hingga bapas di Sulawesi Tengah dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun gangguan keamanan terhadap warga binaan dan petugas.

Meski demikian, Ditjenpas Sulteng tetap memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Seluruh jajaran diminta siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keamanan warga binaan serta petugas tetap terjaga. Sampai saat ini kondisi pemasyarakatan di Sulawesi Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Herman.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko agar layanan pemasyarakatan tetap berjalan normal meskipun dalam situasi pascabencana.

Sumber: