Pemkab Sigi Minta Kades Aktif Laporkan Warga Terdampak Gempa
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi.-Foto: Antara-
Sigi, Disway.id - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meminta seluruh kepala desa, khususnya di wilayah terdampak gempa bumi, untuk lebih aktif melaporkan kondisi warganya, termasuk mereka yang belum menerima bantuan dari pemerintah.
Komandan Satgas Bencana Kabupaten Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengatakan pelaporan dari tingkat desa menjadi bagian penting agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.
“Kami sudah minta para kepala desa untuk lebih proaktif sampai ke tingkat bawah. Masyarakat juga harus aktif melapor ke desa jika belum menerima bantuan, karena mekanismenya sudah terstruktur,” ujarnya di Dolo, dilansir ANtara, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan secara berjenjang mulai dari posko induk di BPBD Sigi, kemudian ke pos lapangan di kecamatan, hingga pos di tingkat desa sebelum akhirnya disalurkan kepada warga terdampak.
Menurutnya, pemerintah memastikan seluruh warga terdampak akan memperoleh bantuan, termasuk tenda darurat, meski distribusinya dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan dan proses pengiriman.
“Semua warga akan mendapatkan tenda, hanya saja penyalurannya bertahap karena proses distribusi membutuhkan waktu,” katanya.
Ia menambahkan, setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah daerah akan melakukan kajian untuk menentukan penanganan lanjutan, termasuk penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
“Huntara bisa digunakan maksimal dua tahun, setelah itu akan dilanjutkan ke hunian tetap,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Sigi, tercatat 2.319 rumah terdampak gempa, terdiri dari 1.966 rusak ringan, 219 rusak sedang, dan 134 rusak berat. Sementara jumlah warga terdampak mencapai 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga, dengan rincian 17 luka berat, 108 luka ringan, dan tiga orang meninggal dunia.
Gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu terjadi pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB menurut laporan BMKG.
Sumber: