Bupati Sigi Ultimatum Kades dan Camat soal Rumah Rusak
Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Sigi Moh Rizal Intjenae.-Foto: Istimewa-
Sigi, Disway.id - Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Moh Rizal Intjenae, menginstruksikan seluruh kepala desa dan camat untuk segera merampungkan pendataan kerusakan rumah warga akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Data tersebut akan menjadi dasar penanganan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
"Kami akan deadline data untuk semua kades yang ada di Kabupaten Sigi dan seluruh camat hari ini pukul 14.00 WITA sudah harus masuk di Pusdalops PB," kata Bupati Rizal dilansir Antara, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, proses pengumpulan data dilakukan melalui Kantor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Sigi yang berlokasi di Desa Maku, Kecamatan Dolo.
"Kami akan close data hari ini untuk dampak dari kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Sigi," ucapnya.
Rizal menuturkan para kepala desa, terutama yang berada di kawasan terdampak gempa, telah aktif melaporkan kondisi masyarakat di wilayahnya, termasuk warga yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah.
"Semua kades proaktif sampai di tingkat bawah, tentunya masyarakat juga harus aktif melaporkan ke desa apabila belum mendapatkan bantuan karena bantuan itu terstruktur dari pemerintah," sebutnya.
Menurut dia, penyaluran bantuan dilakukan secara berjenjang agar dapat tepat sasaran. Distribusi bantuan dimulai dari posko utama di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, kemudian diteruskan ke pos lapangan di tingkat kecamatan dan dilanjutkan ke pos pendukung di masing-masing desa sebelum disalurkan kepada warga.
"Jadi dari posko induk di Kantor BPBD Sigi, kemudian disalurkan ke pos lapangan di masing-masing kecamatan sampai di pos pendukung di tingkat desa, selanjutnya desa yang menyalurkan bantuan-bantuan itu kepada masyarakat," kata Bupati Rizal.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sigi, jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi hingga saat ini mencapai 2.335 unit. Rinciannya, sebanyak 1.955 rumah mengalami rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit mengalami rusak berat.
Selain kerusakan bangunan, jumlah warga terdampak juga terus bertambah. Tercatat sebanyak 8.586 jiwa atau 2.775 kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 17 orang mengalami luka berat, 108 orang mengalami luka ringan, serta tiga warga dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah daerah berharap proses pendataan dapat segera diselesaikan sehingga penyaluran bantuan dan penanganan pascagempa dapat dilakukan secara cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: