Anwar Hafid Ajak Front Pemuda Kaili Jaga Persatuan dan Lestarikan Budaya Leluhur
Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Sulawesi Tengah.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak Front Pemuda Kaili (FPK) untuk terus memperkuat persatuan serta menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Anwar saat menghadiri pelantikan pengurus Front Pemuda Kaili Kabupaten/Kota Libu Mbaso Pemuda Kaili dengan tema “Mosangu Mompakambaso Ngata” di Palu, Minggu. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menerima gelar kehormatan Balengga Ntodea.
“Sulawesi Tengah membutuhkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan kita bisa membangun daerah ini,” kata Anwar Hafid dilansir Antara, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk memperkokoh kebersamaan masyarakat Sulawesi Tengah, terutama setelah daerah itu menghadapi bencana gempa bumi. Ia menilai kehadiran Front Pemuda Kaili sangat tepat karena mampu memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tantangan pascabencana.
Anwar mengatakan, Tanah Kaili memiliki kekayaan budaya dan pesan-pesan leluhur yang masih relevan untuk dijadikan pijakan dalam membangun daerah. Karena itu, generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Front Pemuda Kaili, diharapkan mampu menjaga dan menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai Nosarara Nosabatutu yang mengandung makna persaudaraan dan kebersamaan.
“Orang tua kita telah berpesan tentang Nosarara Nosabatutu. Nilai ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Selain itu, Anwar juga mengingatkan pentingnya semangat Nosangu Norambanga atau gotong royong yang diwariskan para leluhur masyarakat Kaili. Menurutnya, nilai tersebut masih tercermin dalam kehidupan masyarakat, termasuk saat warga dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah bahu-membahu membantu korban gempa di Kabupaten Sigi.
“Ketika gempa terjadi, banyak saudara-saudara kita dari Palu dan daerah lainnya datang membantu masyarakat terdampak. Itulah bukti bahwa nilai gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat kita,” katanya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk terus menerapkan nilai-nilai budaya lainnya seperti Mosipatutu (saling menghargai), Mosipeili (saling peduli), dan Mosipotofe (saling menyayangi) guna menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Anwar berharap Front Pemuda Kaili dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Beri kami kesempatan untuk bekerja dan berbuat bagi Sulawesi Tengah. Silakan evaluasi kami. Namun yang terpenting, mari kita bersama-sama menjaga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur untuk kebaikan daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung peran Front Pemuda Kaili sebagai penjaga budaya, perekat persatuan masyarakat, serta mitra dalam pembangunan daerah.
Sumber: