Konsorsium Kampus Sulteng Resmi Dibentuk, Fokus Riset dan Mitigasi Bencana
Wamendiktisaintek Fauzan resmi mendeklarasikan Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana yang melibatkan PTN dan PTS se-Sulteng.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan resmi mendeklarasikan Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana yang melibatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sulawesi Tengah. Deklarasi tersebut digelar di Kota Palu sebagai langkah memperkuat sinergi antar-kampus dalam menghadapi isu kebencanaan dan perubahan iklim.
Fauzan menjelaskan bahwa konsorsium ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas riset, pengabdian kepada masyarakat, serta edukasi kebencanaan secara lebih terarah dan berdampak luas.
“Adanya konsorsium ini diharapkan akan terjadi mentoring alamiah. Nanti riset bersama, berkolaborasi, kemudian pengabdian masyarakat berkolaborasi, sehingga dampaknya dapat semakin besar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Fauzan dalam kegiatan deklarasi di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu dilansir Antara, Selasa (23/6/2026)
Ia menegaskan, konsorsium tersebut tidak membatasi kemandirian masing-masing perguruan tinggi, melainkan menjadi wadah untuk menggabungkan potensi, fasilitas, serta keahlian yang dimiliki kampus-kampus di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, kolaborasi ini juga membuka ruang transfer pengetahuan antara perguruan tinggi yang sudah berkembang dengan kampus yang masih dalam tahap penguatan kapasitas.
“Jadi yang besar ini memberikan manfaat kepada yang kecil. yang kecil bisa belajar dari yang besar. Selain itu juga bisa kolaborasi riset, pengabdian masyarakat,” ucapnya.
Fauzan menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah serta keterlibatan masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari berbagai program yang dijalankan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menyambut baik pembentukan konsorsium tersebut. Ia menilai langkah ini penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam penanganan kebencanaan.
“Saya mengapresiasi deklarasi ini untuk dampak terhadap tanggap darurat. Kampus harusnya bersatu, kampus tidak boleh berdiri sendiri-sendiri, termasuk dalam penanganan tanggap darurat bencana,” katanya.
Dari pihak Universitas Tadulako, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Rusdin menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak dalam menjawab tantangan seperti perubahan iklim, bencana alam, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
“Tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu perguruan tinggi secara mandiri, sehingga membutuhkan kerja sama dengan perguruan tinggi lain, pemerintah, dunia usaha, dan industri,” ujarnya.
Sumber: