RSUD Torabelo Masih Rawat Pasien di Tenda Darurat
Sejumlah pasien terdampak gempa bumi di Sigi, Sulteng, masij jalani perawatan di tenda darurat.-Foto: Antara-
Sigi, Disway.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih memberikan pelayanan kesehatan dan merawat pasien di tenda darurat setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Torabelo, dr. Marannu C. Sambo, mengatakan pelayanan di fasilitas sementara itu tetap berjalan sambil menunggu hasil koordinasi lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Sigi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Pelayanan di tenda darurat masih terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan atau menunggu hasil koordinasi antara Pemkab Sigi, BMKG dan BNPB," kata dr. Marannu dilansir Antara, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, penggunaan tenda darurat dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan, mengingat aktivitas gempa susulan masih sering terjadi di wilayah Kabupaten Sigi.
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kerusakan pada dua gedung perawatan pasien yang berada di lingkungan rumah sakit. Karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk memindahkan pelayanan sementara ke area yang dinilai lebih aman.
"Berdasarkan hasil koordinasi pihak manajemen rumah sakit dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana bahwa terdapat kerusakan pada dua gedung perawatan pasien," ucapnya.
Saat ini, pasien yang menjalani perawatan di tenda darurat sebagian besar merupakan pasien umum, termasuk anak-anak dan lanjut usia. Jumlah pasien yang dirawat disebut tidak lebih dari 20 orang.
"Pihak RSUD Torabelo Sigi masih menunggu pemeriksaan gedung lanjutan untuk menentukan kelayakan gedung," sebutnya.
Untuk korban gempa yang mengalami cedera berat seperti patah tulang, rumah sakit telah melakukan rujukan ke RSUD Undata agar mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter spesialis ortopedi.
"Kalau pasien dengan luka ringan atau mengalami trauma gempa bumi tersisa satu orang yang masih dalam proses pemulihan," kata dia.
Meski pelayanan dilakukan di fasilitas sementara, dr. Marannu memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan normal dengan pengawasan tenaga medis dan manajemen yang ketat.
"Kondisi pasien lainnya dilaporkan dalam keadaan aman, saat ini dirawat di tenda itu ada 10 orang pasien yang dirawat di ruang perawatan bedah pasien korban gempa dan pasien biasa yang memang kontrol perawatan bedah," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Selasa (23/6) pukul 18.00 WITA, bencana tersebut telah menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 3.032 rumah warga. Rinciannya, sebanyak 1.959 rumah mengalami kerusakan ringan, 796 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.
Dari sisi korban, tercatat 14 orang mengalami luka berat, 78 orang luka ringan, serta tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat dampak gempa.
Sumber: