BNPB Catat Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi

BNPB Catat Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi

Ilustrasi: Rumah rusak akibat gempa bumi-Foto: Antara-

Sigi, Disway.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan bangunan rumah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa bumi yang terjadi sejak pertengahan Juni 2026. Bencana tersebut juga disertai aktivitas gempa susulan yang tercatat lebih dari seribu kali.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan yang dihimpun bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa (23/6/2026), pukul 24.00 WITA.

"Dari total 1.349 gempa susulan yang terjadi, terdapat 49 gempa yang dirasakan oleh masyarakat, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,3 yang tercatat sebanyak satu kali," kata Abdul dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Meski frekuensi gempa susulan masih tinggi, BMKG mencatat aktivitas kegempaan di wilayah tersebut mulai menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa terdampak gempa yang mengguncang Sigi. Seluruh korban yang mengalami luka dilaporkan telah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya berangsur pulih.

Kerusakan yang ditimbulkan bencana meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, serta 277 rumah rusak berat. Selain permukiman warga, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada 110 rumah ibadah yang terdiri dari 29 masjid dan 81 gereja.

Dampak bencana turut dirasakan pada berbagai fasilitas publik. Sedikitnya 19 gedung perkantoran, termasuk Kantor Bupati dan Bapperinda, mengalami kerusakan. Selain itu, tercatat 35 sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, serta enam fasilitas umum lainnya juga terdampak dan masih menunggu pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Sigi masih memberlakukan status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 16 hingga 30 Juni 2026. BNPB bersama sejumlah instansi terkait terus mendampingi pemerintah daerah dalam upaya penanganan darurat sekaligus menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Abdul menambahkan pemerintah juga mulai membangun hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

Selain itu Abdul menambahkan bahwa ada sebanyak 50 rumah hunian sementara (huntara) yang sudah dalam proses pembangunan untuk nantinya ditempati oleh para penyintas gempa bumi.

Pembangunan huntara tahap pertama dipusatkan di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.

Sumber: