Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Pemprov Sulteng Dorong Aksi Iklim

Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Pemprov Sulteng Dorong Aksi Iklim

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan melalui kegiatan Environmental Fest II Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita harus mulai lebih waspada terhadap perubahan iklim. Beberapa hari terakhir suhu di Kota Palu mencapai 34,7 derajat Celsius dan ini sangat panas,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng Reny A Lamadjido dalam keterangan di Palu, dilansir Antara, Senin (29/6/2026).

Reny menyampaikan, peningkatan suhu yang terjadi perlu menjadi perhatian bersama karena cuaca ekstrem dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki riwayat hipertensi.

Ia menjelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dinilai sejalan dengan kondisi yang saat ini terjadi, termasuk meningkatnya suhu ekstrem di sejumlah wilayah.

Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan alam yang besar, mulai dari kawasan hutan, pesisir, laut, hingga keanekaragaman hayati. Potensi tersebut menjadi aset penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat sehingga perlu dijaga bersama.

Karena itu, Pemprov Sulteng berkomitmen mendorong pembangunan yang berkelanjutan melalui berbagai langkah, seperti pengendalian pencemaran lingkungan, rehabilitasi lahan kritis, perlindungan kawasan konservasi, pengelolaan sampah terpadu, serta peningkatan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Reny juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Environmental Fest II Tahun 2026 yang terlaksana melalui kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dunia usaha, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena seluruh pelaksanaannya tidak menggunakan APBD. Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup,” katanya.

Selain mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Sulteng, terutama Kabupaten Sigi.

Sebagian dana yang terkumpul melalui kegiatan festival lingkungan tersebut akan disalurkan untuk membantu warga yang mengalami kerusakan rumah maupun kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemprov Sulteng juga telah menggelar berbagai kegiatan lain, seperti aksi bersih pantai di kawasan Talise yang berhasil mengumpulkan hampir tiga truk sampah, penanaman pohon di kawasan pesisir Pantai Layana, serta berbagai program edukasi lingkungan.

Reny menyebut, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulteng dalam mendukung Program Berani yang menjadikan pembangunan lingkungan hidup sebagai salah satu prioritas.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat, mendorong ekonomi hijau, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sumber: