Mantan Wabin di Palu Terima Program Bedah Rumah, Ditjenpas Sulteng Dorong Reintegrasi Sosial
Kanwil Ditjenpas Sulteng mulai merealisasikan program bedah rumah bagi seorang mantan warga binaan di Kota Palu.-Foto: ditjenpas.go.id-
Palu, Disway.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) mulai merealisasikan program bedah rumah bagi seorang mantan warga binaan di Kota Palu. Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni, sebagai bagian dari upaya mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman mengatakan bantuan rumah diberikan kepada mantan warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidananya, menunjukkan perubahan perilaku selama menjalani pembinaan, serta memiliki keterbatasan ekonomi untuk memulai kehidupan baru.
Menurut Herman, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memastikan proses pembinaan tidak berhenti setelah warga binaan bebas, tetapi berlanjut melalui dukungan sosial yang nyata di tengah masyarakat.
"Kami berharap bantuan rumah layak huni ini dapat menjadi motivasi bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas dari lapas. Kami juga berharap pengalaman masa lalu tidak terulang kembali dan ini bisa menjadi contoh positif bagi mantan warga binaan lainnya," ujar Herman dilansir dari laman Resmi Ditjenpas, Minggu (5/7/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal program bedah rumah di Sulawesi Tengah baru menyasar satu penerima manfaat. Namun, ke depan program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat maupun mantan warga binaan yang membutuhkan dukungan serupa.
Herman menegaskan, program bedah rumah tersebut sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden dalam upaya pengentasan kemiskinan serta menjadi bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdampak langsung kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa program-program yang dijalankan pemasyarakatan benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Sebelum menetapkan penerima bantuan, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah melakukan asesmen dan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi rumah dan lingkungan calon penerima. Hasil penilaian menunjukkan rumah yang ditempati penerima bantuan berada dalam kondisi tidak layak huni sehingga diprioritaskan untuk mendapatkan program bedah rumah.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah juga melibatkan warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi dan memiliki keterampilan di bidang konstruksi. Pelibatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan.
"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya bersifat pembinaan mental, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat," kata Herman.
Penerima bantuan, Vanes, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan keluarga untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
"Bantuan bedah rumah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakanwil dan seluruh jajaran atas kepeduliannya. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Vanes.
Pembangunan rumah tersebut ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2026 dan direncanakan diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai simbol dimulainya babak baru kehidupan bagi penerima manfaat.
Sumber: