Tenun Donggala Mendunia, Buya Subi Tembus Panggung Fashion Global
Pemprov Sulteng membawa Tenun Buya Subi asal Kabupaten Donggala ke panggung internasional melalui gelaran Festival Buya Subi 2026.-Foto: ANTARA/HO-PPID Dinas Pariwisata Sulteng-
Donggala, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membawa Tenun Buya Subi asal Kabupaten Donggala ke panggung internasional melalui gelaran Festival Buya Subi 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Diah Agustiningsih mengatakan, festival tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan Tenun Buya Subi sebagai salah satu warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan industri fesyen berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
“Festival Buya Subi bukan sekadar perayaan seni dan budaya, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Tenun Donggala ke pasar internasional,” katanya dilansir Antara, Selasa (7/7/2026).
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 di Desa Wisata Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA).
Menurut Diah, kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya Buya Subi Project 2026-2030, sebuah program yang berfokus pada pelestarian tenun tradisional, peningkatan kapasitas para perajin, pemberdayaan perempuan penenun, serta pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan EFWA memberikan peluang bagi para pelaku industri tenun lokal untuk terhubung dengan jaringan fesyen berkelanjutan dunia. Dengan begitu, produk Tenun Donggala dapat dikenal lebih luas tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitasnya.
Puncak acara Festival Buya Subi 2026 akan menghadirkan Sunset Fashion Show yang digelar mulai pukul 16.00 WITA di kawasan pesisir Donggala.
Ajang peragaan busana tersebut akan menampilkan karya para desainer internasional yang mengolah Tenun Buya Subi menjadi koleksi adibusana modern dengan latar keindahan matahari terbenam.
Diah menyebut pemilihan Desa Wisata Towale sebagai lokasi festival memiliki alasan kuat. Selain menjadi salah satu desa wisata unggulan Sulawesi Tengah tahun 2026, kawasan tersebut juga dikenal sebagai pusat pelestarian Tenun Donggala serta pengembangan wisata pesisir berbasis ekonomi biru.
Ia menambahkan, kiprah Tenun Buya Subi sebelumnya telah mulai dikenal di luar negeri melalui kegiatan Eco Fashion Showcase Buya Subi yang digelar di Perth, Australia, pada April 2026.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia dan membuka peluang pemasaran produk melalui konsep perdagangan ritel berbasis prinsip fair trade.
Melalui program Buya Subi Project hingga 2030, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama mitra internasional menargetkan terciptanya ekosistem industri tenun yang kuat dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan digital, peningkatan mutu produk sesuai standar global, serta penguatan daya saing perajin lokal.
Diah berharap Festival Buya Subi dapat menjadi momentum kebangkitan Tenun Donggala di pasar dunia sekaligus memperkuat citra Sulawesi Tengah sebagai destinasi budaya dan pariwisata bertaraf internasional.
Sumber: