Wagub Sulteng Ajak Tokoh Agama Bersatu Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Wagub Sulteng Ajak Tokoh Agama Bersatu Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengajak para tokoh agama memperkuat kolaborasi dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba serta kemerosotan moral.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan masa depan bangsa saat ini menghadapi dua tantangan besar yang mengancam kualitas generasi penerus, yakni penyalahgunaan narkotika dan dekadensi moral.

“Ketika moral anak-anak terancam, sekat-sekat perbedaan menjadi tidak lagi penting. Kita dipersatukan oleh satu misi besar, yaitu menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ujar Reny dikutip dari Antara, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 12–15 Juli 2026 itu mengusung tema *"Bersama segenap elemen GPID membangun kemitraan antargereja, pemerintah, dan lembaga lainnya untuk menghijaukan tri mandiri: Teologi, Daya, dan Dana."

Dalam pemaparannya yang bertajuk "Menjaga Generasi Emas: Sinergi Pemimpin Daerah dan Tokoh Agama Menghadapi Badai Narkoba dan Dekadensi Moral", Reny menegaskan perlindungan terhadap generasi muda tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif tokoh agama, keluarga, lembaga pendidikan, hingga seluruh elemen masyarakat.

Ia menjelaskan pemerintah berperan melalui penyusunan regulasi, kebijakan, dan penegakan hukum. Sementara itu, para pemuka agama memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, dan membina kehidupan moral masyarakat.

Reny menilai sinergi seluruh pihak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Ia mengingatkan penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda karena berdampak pada fungsi otak, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, hingga motivasi hidup.

Selain itu, ia menilai menurunnya nilai-nilai moral juga menjadi tantangan besar yang dapat melemahkan ketahanan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter anak.

Karena itu, Reny mengajak seluruh elemen gereja untuk memperkuat pendidikan iman, nilai-nilai moral, dan ketahanan keluarga agar generasi muda mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di era globalisasi.

“Perbedaan iman tidak boleh membatasi langkah kita untuk bergandengan tangan. Di hadapan kerusakan akibat narkoba dan dekadensi moral, tidak ada sekat agama. Korbannya bisa anak dari siapa saja,” tegasnya.

Ia berharap kemitraan antara pemerintah, gereja, dan berbagai lembaga terus diperkuat melalui program edukasi, pendampingan, serta pembinaan generasi muda sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, berintegritas, dan memiliki keimanan yang kuat.

Sumber: