137 Dapur SPPG 3T di Sulteng Masih Tahap Pembangunan

137 Dapur SPPG 3T di Sulteng Masih Tahap Pembangunan

Hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan pasca libur Lebaran disambut antusias oleh para relawan dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).-Foto: Bakom RI-

Palu, Disway.id - Proses pembangunan 137 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang difokuskan untuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Sulawesi Tengah masih terus berjalan hingga kini. Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu.

“137 dapur SPPG 3T saat ini di wilayah Sulawesi Tengah masih dalam tahap pembangunan," kata Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Palu Muhammad Aril Putra di Palu dilansir Antara, Rabu (29/7/2026).

Langkah percepatan fisik ini diambil guna mengoptimalkan jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi masyarakat yang mendiami daerah-daerah berakses terbatas.

Perbedaan Karakteristik Skema SPPG

Skema operasional SPPG pada dasarnya terbagi dalam dua kategori utama berdasarkan zonasi pelayanan:

  • SPPG Aglomerasi: Diperuntukkan bagi kawasan padat penduduk atau perkotaan dengan kapasitas layanan berkisar antara 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat.
  • SPPG Wilayah 3T: Dirancang khusus untuk daerah terpencil dengan target sasaran maksimal 1.000 penerima manfaat.

Progres Pembangunan dan Tantangan di Lapangan

Di luar ratusan unit yang tengah dibangun, sudah ada dua dapur SPPG 3T yang pengerjaan fisiknya rampung, yakni di Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Tojo Una-Una. Keduanya pun telah memiliki virtual account (VA). Kendati demikian, operasionalnya masih tertahan sembari menantikan pencairan dana operasional.

KPPG Palu saat ini juga tengah menunggu petunjuk teknis (juknis) terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penyesuaian sasaran penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Target utamanya memang mengarah ke wilayah 3T. Hanya saja, saat ini masih ada kendala karena bertepatan dengan kebijakan moratorium pembangunan SPPG,” ujarnya.

Kebijakan moratorium dari BGN ini diterapkan sebagai langkah pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program MBG. Mengingat sifat program yang terpusat (sentralistik), setiap penyesuaian kebijakan di tingkat nasional secara otomatis berpengaruh pada ritme eksekusi di daerah.

Peta Sebaran Dapur SPPG di Sulawesi Tengah

Saat ini, sebaran fasilitas SPPG di Sulawesi Tengah terdistribusi ke beberapa wilayah:

1. Kota Palu: Memiliki konsentrasi terbanyak dengan jumlah sekitar 40 dapur SPPG.

2. Kabupaten Banggai: Menyumbang angka tertinggi kedua dengan total kurang lebih 29 SPPG.

Sumber: