Karhutla Bangkep Meluas, 72,4 Hektare Lahan Terbakar
Petugas tengah melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Luas lahan yang terdampak Kebakaran diperkirakan mencapai 72,4 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Asbudianto mengatakan api diduga pertama kali muncul dari kawasan hutan atau semak belukar sebelum kemudian meluas akibat kondisi lahan yang kering serta hembusan angin kencang.
"Luas area yang terbakar mencapai 72,4 hektare," kata Asbudianto di Palu, dilansir Antara, Minggu (9/8/2026).
Ia menyebut kondisi cuaca panas sementara ini menjadi dugaan awal penyebab terjadinya kebakaran.
"Penyebab kejadian sementara diduga akibat kondisi cuaca panas," ujarnya.
Menurut Asbudianto, kebutuhan paling mendesak dalam penanganan karhutla tersebut adalah ketersediaan air untuk proses pemadaman dan pendinginan. Petugas juga membutuhkan sejumlah peralatan, antara lain mesin pompa, selang, nozzle, cangkul, parang, serta perlengkapan pemadam lainnya.
Mengingat lokasi kebakaran berada di wilayah kepulauan, dukungan armada pemadam juga diperlukan apabila sumber air di sekitar titik kebakaran tidak mencukupi.
"Seluruh personel yang melakukan pemadaman karhutla itu harus dibekali alat pelindung diri (APD) dan dukungan armada pemadam apabila sumber air di sekitar lokasi terbatas karena lokasi berada di pulau," katanya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan bersama personel terkait masih melakukan penanganan di lokasi. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan, pemadaman, penyekatan area, hingga pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
BPBD Sulteng juga meminta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
"Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," ujar Asbudianto.
BMKG Ingatkan Risiko Karhutla Meningkat
Potensi karhutla di Sulawesi Tengah sebelumnya telah mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Untuk periode 9–15 Agustus 2026, sejumlah wilayah di Sulteng diperkirakan memiliki tingkat kemudahan kebakaran pada kategori sedang hingga sangat tinggi.
Berdasarkan analisis Fire Danger Rating System (FDRS), nilai Fine Fuel Moisture Code (FFMC) tercatat berada di atas 82 di seluruh 13 kabupaten/kota selama periode tersebut. Kondisi itu menunjukkan material mudah terbakar seperti alang-alang dan dedaunan berada dalam kondisi kering.
Sumber: