Pemprov Sulteng Dorong UMKM Kuliner Tembus Pasar Nasional hingga Internasional

Pemprov Sulteng Dorong UMKM Kuliner Tembus Pasar Nasional hingga Internasional

Aspek Sulteng memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal tanpa biaya bagi pelaku UMKM sektor kuliner.-Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mendorong Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) untuk memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner agar mampu memperluas pasar, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional hingga internasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng Rudi Dewanto mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan yang dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya.

“Karena itu, kami akan terus mendorong hadirnya berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas, kemudahan akses permodalan, pendampingan usaha, digitalisasi pemasaran, sertifikasi produk, hingga perluasan akses pasar,” kata Rudi di Palu, dilansir Antara, Minggu (9/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Rudi saat menghadiri peringatan HUT ke-2 Aspek Sulteng. Menurutnya, keberadaan Aspek memiliki peran strategis karena menjadi wadah bagi para pelaku usaha kuliner sekaligus membantu membangun jejaring dan membuka peluang pengembangan bisnis.

Rudi menilai perjalanan Aspek selama dua tahun menunjukkan adanya komitmen untuk memperkuat kebersamaan pelaku usaha sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Ia berharap Aspek dapat terus berkembang menjadi organisasi yang profesional, adaptif, dan memiliki visi yang kuat. Dengan demikian, organisasi tersebut dapat merangkul pelaku usaha dari berbagai skala sekaligus menjadi ruang untuk mendorong inovasi dan memperluas jaringan bisnis.

5 Fokus Penguatan UMKM Kuliner

Rudi menjelaskan pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan Sulteng karena usaha masyarakat memiliki kontribusi besar sebagai penopang perekonomian daerah.

Khusus sektor kuliner, menurutnya, dampak ekonominya cukup luas karena melibatkan banyak mata rantai usaha, mulai dari penyedia bahan pangan, tenaga kerja, transportasi, hingga sektor pengemasan.

Karena itu, pertumbuhan bisnis kuliner juga akan memberikan efek terhadap sektor lain yang berada dalam rantai produksi dan distribusi.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner, Rudi menyebut terdapat lima aspek yang perlu diperkuat, yakni kualitas produk dan layanan, legalitas serta sertifikasi, pemasaran digital, akses pembiayaan, dan kolaborasi.

Dalam hal kualitas, ia mencontohkan kaledo sebagai salah satu makanan khas Sulteng yang berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan untuk dipasarkan ke luar daerah.

“Pengemasannya kita perlu buat dengan baik, kita perlu mantapkan sisi kualitasnya, sehingga produk dari luar kota yang datang ke Palu bisa menjadi oleh-oleh dan memiliki daya tahan lebih lama,” ujarnya.

Dari sisi legalitas, Pemprov Sulteng siap membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan sekaligus mendorong sertifikasi produk. Perlindungan kekayaan intelektual juga dinilai penting, terutama bagi produk kuliner yang memiliki karakteristik khas daerah.

Sumber: