Sulteng Didorong Jadi Sentra Durian Ekspor, Kementan Kirim 14 Ribu Bibit
Pemprov Sulteng resmi melepas ekspor perdana sebanyak 459 ton durian ke Tiongkok dalam acara yang digelar di Palu, Kamis (16/4/2026).-Foto: disdik.sultengprov.go.id-
Palu, Disway-id - Pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas durian di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memperkuat potensi daerah sebagai salah satu sentra produksi sekaligus penunjang ekspor durian Indonesia.
Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyalurkan 14 ribu bibit durian bersertifikat untuk mempercepat pengembangan kawasan durian di sejumlah wilayah Sulteng.
Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Fausiah T Ladja, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan pertanian durian secara berkelanjutan.
"Kami telah mengirimkan 14 ribu batang bibit durian bersertifikat sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan kawasan durian di Sulteng," kata Fausiah saat menghadiri acara Merdeka Ekspor Durian Sulteng 2026 di Kota Palu, Rabu (12/8/2026).
Bibit tahap pertama tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 140 hektare. Penyebarannya mencakup sejumlah daerah yang selama ini menjadi sentra durian, yakni Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Tolitoli, Sigi, dan Donggala.
Program pengembangan kawasan durian tersebut tidak hanya berupa bantuan bibit. Pemerintah juga memberikan dukungan sarana produksi berupa pupuk organik.
"Informasi kami terima dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) 14 ribu bibit dan 210 kilogram pupuk organik sudah tiba di Sulteng," ujarnya.
Berpeluang Jadi Sentra Ekspor
Fausiah menilai kondisi geografis Sulawesi Tengah sangat mendukung pengembangan tanaman hortikultura, termasuk durian. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Sulteng sebagai daerah penghasil durian untuk pasar ekspor.
"Durian menjadi sumber ekonomi baru bagi daerah maupun ekonomi nasional. Kami berharap bantuan yang telah diberikan kepada petani dijaga dan dirawat, supaya bisa memberikan manfaat kesejahteraan," ucapnya.
Potensi ekspor durian Sulteng saat ini mulai terlihat. Durian beku jenis Montong telah dikirim ke China melalui Pelabuhan Pantoloan, Palu.
Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia (Barantin), sepanjang Januari hingga Juli 2026, ekspor durian beku dari Sulteng ke China mencapai 272 kontainer dengan total volume 7.344 ton.
Setiap kontainer rata-rata membawa sekitar 27 ton durian beku. Nilai komoditas dalam satu kontainer diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar.
Fausiah mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu negara penghasil durian terbesar di Asia Tenggara. Produksi durian nasional rata-rata mencapai 1,8 juta ton per tahun dengan luas panen sekitar 105 ribu hektare.
"Indonesia merupakan salah satu produsen durian terbesar di Asia Tenggara. Rata-rata produksi 1,8 juta ton per tahun dengan luas panen sekitar 105 ribu hektare. Kami berharap Sulteng mampu menopang jumlah produksi nasional ke depan," tuturnya.
Sumber: