Asap Karhutla Ancam Sumatera-Kalimantan, KLH/BPLH Ambil Tindakan Darurat Ini!
Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di beragai daerah dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).-Foto: BNPB-
Jakarta, Disway.id - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memahami perhatian serta kekhawatiran masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara yang saat ini dialami oleh sejumlah warga di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Menjawab situasi tersebut, penanganan intensif terus dikerahkan di lapangan secara terpadu.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Rizal Irawan, menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara masif melalui operasi darat dan udara.
"Sampai saat ini, beberapa saudara kita di wilayah Kalimantan dan Sumatera dalam kondisi menghadapi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara. Operasi udara melibatkan puluhan helikopter dan pesawat yang dikerahkan untuk water-bombing dan modifikasi cuaca, sedangkan operasi darat didukung ribuan personel gabungan yang siaga 24 jam di titik-titik rawan," ujar Rizal Irawan, Senin (31/8/2026).
Di samping memprioritaskan pemadaman domestik, penanggulangan karhutla turut difokuskan pada pengawasan ketat skala regional guna membendung potensi kabut asap antarnegara.
"Langkah kita juga menjangkau level kawasan. Hasil dari ministerial meeting dan technical working group terkait transboundary haze pollution di Bali pada bulan Juli lalu, bersama negara-negara tetangga, kita memantau arah angin dan trajektori asap untuk mencegah krisis transboundary haze atau polusi asap lintas batas secara ilmiah dan transparan berdasarkan peta BMKG," tambah Rizal.
Upaya komprehensif ini membuktikan komitmen serius pemerintah tidak hanya untuk menjinakkan Karhutla di area terdampak, melainkan juga demi menjamin keberlanjutan kualitas udara di kawasan regional.
Lewat penggabungan tindakan nyata personel di lapangan dan analisis pergerakan asap secara presisi, risiko terjadinya krisis asap nasional maupun internasional diharapkan dapat diantisipasi sejak dini demi menopang kesehatan publik dan kelestarian ekosistem.
Sumber: