Karhutla Capai 87 Kasus, Gubernur Sulteng Perintahkan 2.000 Kades Lakukan Ini!

Karhutla Capai 87 Kasus, Gubernur Sulteng Perintahkan 2.000 Kades Lakukan Ini!

Gubernur Sulteng Anwar Hafid.-Foto: sultengprov.go.id-

Palu, Disway.id - Seluruh kepala desa di Sulawesi Tengah (Sulteng) diminta untuk menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat. Permintaan tersebut disamaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid

“Saya minta para bupati untuk memerintahkan kepada semua kepala desa untuk melakukan rapat di balai desa, mengundang masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, untuk melakukan sosialisasi soal bahaya kebakaran hutan ini,” kata dia dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palu, dilansir Antara, Senin (31/8/2026).

Anwar menilai struktur pemerintahan desa memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam mentransfer pemahaman serta arahan proteksi lingkungan langsung ke tingkat akar rumput.

Langkah edukasi serentak yang melibatkan seluruh wilayah desa se-Provinsi Sulawesi Tengah dinilai dapat menciptakan dampak pencegahan yang signifikan dan menyeluruh.

“Kalau serentak seluruh desa, sekitar 2.000 desa di Sulawesi Tengah ini satu hari melakukan sosialisasi, apakah itu melelui tokoh-tokoh masyarakat di desa atau berkumpul di balai desa, sehingga upaya ini benar-benar masif,” ujarnya.

Fokus kampanye pencegahan difokuskan pada bahaya laten karhutla serta larangan keras melakukan pembersihan atau pembukaan kawasan lahan baru dengan menggunakan metode pembakaran.

 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah per 28 Agustus 2026, tercatat 87 kejadian karhutla dan 15 kejadian kekeringan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

 

Melihat maraknya insiden tersebut, sinergi Lintas instansi serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama agar penanganan krisis lingkungan ini tidak dibebankan pada satu lembaga saja.

 

“Upaya penanganan karhutla ini adalah sesuatu upaya yang sangat penting dan emergency, dan saya kira harus dilakukan secara serentak dan totalitas serta lakukan gerakan secara bersama-sama,” katanya.

 

Di samping penguatan edukasi, jajaran pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapan personel operasional melalui pelaksanaan apel siaga bencana.

Sumber: