Pemkab Sigi Akselerasi Pembebasan Lahan Proyek Geothermal Bora Pulu
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi.-Foto: Pemkab Sigi-
Sigi, Disway.id - Guna menjamin kelancaran realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu, Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengambil langkah aktif dalam memfasilitasi percepatan pembebasan lahan di wilayahnya.
"Kami memberikan dukungan secara terbuka termasuk mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar area proyek itu menjaga kondusivitas agar pelaksanaan kegiatan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE) berjalan lancar," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi dilansir Antara, Senin (7/9/2026).
Samuel menekankan, penyelesaian urusan lahan secara cepat sangat krusial demi menjaga keberlangsungan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
"PLTP ini merupakan backbone Astacita Presiden Prabowo Subianto yakni ketahanan dan kemandirian energi nasional karena energi panas bumi hanya dapat dimanfaatkan di daerah sekitar dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga bahan bakar global," terangnya.
Cakupan wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu ini membentang seluas 78.388 hektare yang melintasi tiga area administratif, yaitu Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.
"Saat ini pelaksanaan program pengembangan panas bumi tahap awal dilakukan di Desa Bora sebesar 40 megawatt, setelah itu akan dilanjutkan di Desa Pulu dan Desa Kadidia yang totalnya mencapai 123 megawatt," sebutnya.
Sebagai bentuk komitmen daerah, pemerintah setempat mengawal langsung penyusunan dokumen studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) sekaligus memastikan evaluasi potensi geohazard, seperti ancaman gempa bumi, dan likuifaksi, dianalisis secara presisi.
"Pendampingan sosialisasi lanjutan akan terus kami lakukan kepada warga, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pembangunan jalan akses dan tapak sumur eksplorasi. Kondusivitas wilayah adalah kunci keberhasilan investasi ini," katanya.
Pembangkit yang menyimpan potensi daya hingga 123 MW ini diproyeksikan mampu menuntaskan seluruh pembebasan lahan serta perbaikan akses jalan pada triwulan I 2027, yang kemudian dilanjutkan dengan pemboran sumur eksplorasi pada triwulan III 2027.
Sumber: