Jalan Nasional Diperbaiki, Akses Industri Morowali Utara Makin Lancar

Jalan Nasional Diperbaiki, Akses Industri Morowali Utara Makin Lancar

Pemkab Morut menyebut perbaikan ruas jalan nasional Tompira-Keuno memberikan dampak positif terhadap kelancaran transportasi sekaligus mendukung aktivitas perekonomian daerah.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkab Morut-

Morut, Disway.id - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah, menyebut perbaikan ruas jalan nasional Tompira-Keuno memberikan dampak positif terhadap kelancaran transportasi sekaligus mendukung aktivitas perekonomian daerah.

Jalan yang sebelumnya membutuhkan rehabilitasi tersebut kini telah diperbaiki sehingga lebih nyaman dilalui kendaraan, terutama kendaraan yang membawa kebutuhan logistik untuk masyarakat, dan kawasan industri.

"Jalur transportasi sangat vital, karena Morowali Utara salah satu kawasan industri nikel di Sulawesi Tengah," kata Wakil Bupati Morowali Utara H Djira dilansir dari Antara, Kamis (10/9/2026).

Djira menjelaskan, peningkatan kondisi jalan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan sejumlah perusahaan industri. Pembiayaan perbaikan berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan dengan nilai mencapai Rp7,15 miliar.

Pekerjaan rehabilitasi mencakup ruas jalan sekitar 848 meter yang berada di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur. Pada bagian yang diperbaiki, digunakan konstruksi plat beton.

Jalur Tompira-Keuno memiliki peran penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan kawasan industri di Kabupaten Morowali sekaligus merupakan bagian dari jalur lintas provinsi.

"Inisiatif kolaborasi itu juga mendapat dorongan dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan manfaatnya saat ini sudah bisa dirasakan masyarakat setelah diresmikan pada Selasa (8/9/2026)," ujarnya.

Menurut Djira, perbaikan tersebut membuat arus transportasi di sepanjang Tompira-Keuno menjadi lebih lancar. Kendaraan pengangkut logistik kini lebih mudah melintas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun operasional industri.

Kondisi jalan yang semakin baik juga membuat mobilitas masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari menjadi lebih cepat dan mudah.

Ia menilai sinergi yang terbangun antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadi contoh bahwa pembangunan tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

"Kerja gotong royong sangat diperlukan di tengah efisien anggaran. Pemerintah daerah tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan sekaligus dalam satu tahun anggaran," ucap Djira.

Djira menekankan bahwa keberadaan perusahaan dan investasi di Morowali Utara semestinya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut menciptakan kondisi yang aman dan nyaman agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik, optimal, serta tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Morowali Utara masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan termasuk salah satu yang tertinggi di Pulau Sulawesi. Pada 2025, ekonomi daerah tersebut tumbuh sebesar 19,97 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 14,03 persen.

Sumber: