Pemprov Sulteng Jadikan Literasi Benteng Anak dari Narkoba dan Bullying
Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berkomitmen memperkuat gerakan literasi daerah guna membentengi anak-anak serta generasi muda dari berbagai ancaman sosial modern, seperti perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga perilaku berisiko lainnya.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa konsep literasi di era digital saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan instrumen penting untuk membentuk karakter dan ketahanan sosial anak.
“Tentunya literasi harus menjadi benteng bagi generasi muda sehingga melalui literasi dapat membangun daya tahan anak terhadap bullying, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, perilaku berisiko, serta berbagai ancaman sosial lainnya,” ujar Reny dilansir dari Antara, Rabu (16/9/2026).
Cetak Generasi Tangguh Berkarakter dan Kolaborasi Lintas Sektor
Di tengah arus keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi yang masif, anak-anak dituntut tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mental tangguh, akhlak mulia, serta kecakapan berpikir kritis dalam menggunakan gawai dan media sosial secara bijak.
“Kita ingin anak-anak Sulawesi Tengah tumbuh bukan hanya menjadi generasi yang pintar, tetapi juga sehat, tangguh, berkarakter, berakhlak, dan mampu mengambil keputusan yang benar,” tambahnya.
Agar gerakan ini berdampak luas hingga tingkat keluarga dan komunitas terbawah, Pemprov Sulteng mendorong kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi dengan program berbasis masyarakat yang sudah ada, di antaranya:
- Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
- Bunda PAUD
- Posyandu
- Dasawisma
- Bina Keluarga Balita (BKB)
- Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Melalui pendekatan terpadu tersebut, lingkungan keluarga dan masyarakat diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang aman sekaligus mendukung penanaman nilai serta jati diri anak sejak usia dini.
Sumber: