Pemprov Sulteng Evaluasi Indikator Demokrasi yang Masih Menurun
Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina.-Foto: sultengprov.go.id-
Jakarta - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus melakukan evaluasi terhadap sejumlah indikator Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2026. Saat ini, proses penghitungan dan verifikasi data IDI masih berlangsung di tingkat pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah Novalina mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Tim Kelompok Kerja (Pokja) IDI untuk membahas berbagai indikator yang perlu mendapat perhatian.
“Kami telah menggelar rapat koordinasi Tim Kelompok Kerja (Pokja) IDI Provinsi Sulawesi Tengah,” kata Novalina dilansir Antara, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan capaian IDI 2025, nilai demokrasi Sulawesi Tengah berada di angka 80,04. Angka tersebut meningkat 0,69 poin dibandingkan capaian pada 2024 yang tercatat sebesar 79,35.
Meski skor secara keseluruhan mengalami kenaikan, masih terdapat sejumlah indikator dalam beberapa aspek demokrasi yang menunjukkan penurunan.
Aspek Kesetaraan menjadi salah satu yang mencatat penurunan cukup besar. Nilainya turun 6,70 poin, dari 85,64 pada 2024 menjadi 78,93 pada 2025.
Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi persoalan terkait kesenjangan gender dan akses terhadap informasi publik.
Aspek Kapasitas Lembaga Demokrasi juga mengalami penurunan sebesar 1,65 poin, dari 78,67 pada 2024 menjadi 77,02 pada 2025.
Beberapa indikator yang berkaitan dengan penurunan tersebut meliputi kinerja lembaga legislatif dan yudikatif serta transparansi anggaran.
Sementara itu, aspek Kebebasan justru menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Nilainya naik 12,04 poin, dari 72,42 pada 2024 menjadi 84,46 pada 2025.
Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya jaminan terhadap kebebasan berkumpul, berserikat, berekspresi, dan menyampaikan pendapat.
Novalina meminta seluruh pihak terkait melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi capaian IDI Sulawesi Tengah, terutama indikator yang masih mengalami penurunan.
“Ada beberapa poin yang menjadi perhatian terkait turunnya IDI, yang menjadi perhatian untuk dievaluasi,” katanya.
Ia mengatakan waktu untuk melakukan pembenahan tidak banyak. Karena itu, seluruh anggota Pokja IDI Sulawesi Tengah diminta memperkuat koordinasi serta menyiapkan langkah perbaikan terhadap indikator yang masih mengalami penurunan.
Sumber: