Sugiono Dorong Langkah Nyata untuk Perdamaian Palestina di Forum PBB
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81.-Foto: Dok Kemenlu-
Jakarta, Disway.id - Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung terciptanya perdamaian di Palestina. Ia juga mendorong negara-negara lain mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki situasi yang dihadapi masyarakat Palestina.
Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries, Senin (21/9/2026) waktu setempat. Pertemuan berlangsung di sela-sela High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81.
Dalam pertemuan itu, Sugiono meminta Group of Eight yang beranggotakan delapan negara Arab dan mayoritas Muslim segera menyusun langkah nyata untuk membantu masyarakat Palestina, khususnya di tengah memburuknya situasi di Jalur Gaza.
"Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza," ujar Sugiono dalam keterangannya.
Sugiono juga menekankan pentingnya kesamaan pesan dan kesinambungan koordinasi di antara negara-negara anggota Group of Eight. Menurutnya, kesatuan sikap diperlukan untuk menjaga dorongan terhadap proses perdamaian Palestina.
Indonesia, kata Sugiono, akan terus membangun komunikasi dengan berbagai negara dan mitra internasional untuk mendukung kemajuan proses perdamaian. Ia menilai keterlibatan masyarakat Palestina menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” jelasnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang mulai diinisiasi pada High-Level Week SMU PBB ke-80 pada 2025. Forum itu dibentuk untuk mendorong langkah-langkah konkret dalam upaya penyelesaian persoalan Palestina.
Delapan negara yang tergabung dalam Group of Eight tersebut adalah Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Türkiye, dan Pakistan.
Persoalan Palestina menjadi salah satu perhatian utama delegasi Indonesia selama High-Level Week SMU PBB tahun ini. Selain mendorong perdamaian, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza sebagai bagian dari kontribusi terhadap perdamaian dunia.
Indonesia juga menjalankan keterlibatan yang lebih aktif dalam berbagai upaya diplomatik terkait Palestina, termasuk melalui keanggotaannya di Board of Peace. Berbagai forum internasional terus dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan terhadap masyarakat Palestina.
Di luar agenda Palestina, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri yang membahas berbagai isu global, mulai dari pembangunan dan perubahan iklim hingga penguatan multilateralisme.
Momentum High-Level Week juga akan digunakan Indonesia untuk memulai kampanye pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030. Rencana pencalonan tersebut sebelumnya telah disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri pada Januari 2026.
Sumber: