4.691 Hektare Kekeringan, 234,96 Hektare Terbakar! Parimo Minta Bantuan BNPB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla).-Foto: Istimewa-
Parimo, Disway.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, mengajukan permohonan bantuan peralatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan siaga darurat karhutla dan kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan, tambahan peralatan dibutuhkan untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan di lapangan.
"Kekeringan dan kebakaran masih terus terjadi. Kami membutuhkan peralatan tambahan guna menunjang kegiatan pengendalian dampak kekeringan di lapangan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai dilansir dari Antara, Sabtu (26/9/2026).
Rivai menjelaskan, Bupati Parigi Moutong telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada BNPB. Sejumlah kebutuhan yang diajukan meliputi tiga unit mobil tangki air, lima set Alat Pelindung Diri (APD) kebakaran, serta 25 unit tandon air berkapasitas 5.000 liter.
Selain itu, Pemkab Parimo juga mengusulkan bantuan 250 paket sembako, 250 paket hygen kit, serta pembangunan sumur bor di lima titik.
Berdasarkan data BPBD Parigi Moutong, kekeringan telah berdampak terhadap lahan seluas 4.691 hektare. Sementara itu, kebakaran telah melanda 234,96 hektare kawasan hutan dan lahan dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.687 kepala keluarga (KK).
"Dampak peristiwa itu akumulasi sejak Januari hingga September 2026," ujarnya.
Rivai menyebut kondisi yang dipicu fenomena El Nino tersebut menjadi salah satu kejadian dengan dampak paling parah yang pernah dialami Kabupaten Parigi Moutong.
Untuk mengantisipasi meluasnya dampak, satgas siaga darurat karhutla dan kekeringan hingga kini terus melakukan pemantauan di kawasan yang dinilai rawan kebakaran. Tim juga membantu penyaluran air bersih ke desa-desa yang mengalami kekurangan air.
"Posko siaga darurat kami tempatkan di Kecamatan Bolano guna memudahkan mobilisasi bantuan, terutama air bersih ke wilayah-wilayah terdampak," ucap Rivai.
Dalam pendistribusian air bersih, tim siaga darurat memasok sekitar 4.000 hingga 8.000 liter air setiap hari ke sejumlah desa yang membutuhkan.
Rivai juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan baru. Ia menegaskan, tindakan pembakaran dapat berujung pada sanksi pidana berat, baik dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
"Langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan saat ini membersihkan lahan kebun bila telah dipenuhi semak, jangan membakar sampah sembarangan dan saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga lingkungan," katanya.
Sumber: