Kanwil Ditjenpas Sulteng Kawal SKD Poltekimipas
Kanwil Ditjenpas Sulteng memastikan pelaksanaan SKD berbasis CAT bagi calon taruna dan taruni Poltekimipas TA 2026 berlangsung objektif dan transparan.-Foto: ditjenpas.go.id-
Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah memastikan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) Tahun Anggaran 2026 berlangsung objektif dan transparan. Sebanyak 65 peserta mengikuti ujian yang digelar di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu, Sabtu (26/9/2026) dengan pembagian dua sesi, yakni sesi kedua diikuti 21 peserta dan sesi ketiga sebanyak 44 peserta.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Herman Mulawarman bersama jajarannya turun langsung memantau proses seleksi. Pengawasan juga melibatkan Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, UPT BKN Palu, panitia daerah, serta petugas pengawas guna memastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.
Herman mengatakan seluruh peserta harus memperoleh perlakuan dan peluang yang sama selama mengikuti seleksi. Ia menekankan bahwa proses penerimaan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pihak tertentu yang dapat mengganggu objektivitas penilaian.
“Kami memastikan seleksi ini bersih, jujur, dan sportif, serta tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Peserta yang memenuhi kriteria dan memiliki kemampuan sesuai ketentuan akan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Kita ingin mendapatkan calon taruna yang memiliki integritas, bertanggung jawab, dan kompetensi yang mumpuni,” kata Herman dikutip dari laman Resmi Ditjenpas Kemenimipas, Selasa (29/9/2026).
Panitia mewajibkan peserta datang 90 menit sebelum ujian dimulai. Waktu tersebut digunakan untuk registrasi, pengecekan dokumen, verifikasi identitas menggunakan sistem face recognition, serta pemberian PIN yang diperlukan untuk mengikuti ujian.
Setelah proses administrasi selesai, barang bawaan peserta ditempatkan di loker yang telah disediakan. Peserta hanya diperbolehkan membawa Kartu Peserta dan KTP ketika memasuki ruang ujian.
Pengamanan dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan metal detector dan body checking. Setelah dinyatakan sesuai ketentuan, peserta diarahkan menuju ruang tunggu hingga kemudian masuk ke ruang ujian.
Rangkaian pemeriksaan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan pelaksanaan SKD CAT berjalan aman dan bebas dari potensi pelanggaran.
Kepala UPT BKN Palu Assakhiyyu Rahman mengapresiasi persiapan panitia daerah yang dinilai telah dilakukan secara terkoordinasi. Menurutnya, komunikasi antarpihak berlangsung sejak tahap persiapan sehingga pelaksanaan ujian dapat berjalan sesuai kebutuhan.
“Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan sehingga proses hari ini berjalan dengan baik,” ujar Assakhiyyu.
Sementara itu, Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama I Nengah Widya Adhi Pratama menyebut pemantauan telah dilakukan sejak sebelum hari pelaksanaan hingga proses ujian berlangsung. Ia mengatakan kesiapan alur peserta, ruangan, dan mekanisme pelaksanaan telah dipersiapkan melalui koordinasi berbagai pihak.
“Kami juga melakukan mitigasi risiko, termasuk menyiapkan genset sebagai antisipasi gangguan kelistrikan. Ini penting untuk memastikan ujian tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak terganggu oleh kondisi di luar kendali,” jelas Nengah.
Salah satu peserta, Muh. Zainul Mutaqim, menilai tahapan seleksi dapat diikuti dengan mudah karena petugas memberikan petunjuk yang jelas sejak proses pemeriksaan dokumen hingga ujian berlangsung.
“Saya optimistis, apa pun hasilnya nanti, semoga bisa terus ke tahap berikutnya. Alurnya mudah dan tidak ribet, petugas juga memberikan arahan dengan baik. Dari pendaftaran sampai tahap ini tidak ada pungutan biaya atau Rp0. Pelaksanaannya transparan dan ruang ujiannya juga sangat nyaman,” puji Zainul.
Sumber: