Gubernur Anwar Hafid Dorong Investasi Perkuat Ekspor Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Dorong Investasi Perkuat Ekspor Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid.-Foto: Istimewa-

Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid mendorong penguatan kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung untuk memperkokoh ekosistem ekspor daerah. Menurutnya, pengembangan investasi perlu diarahkan tidak hanya pada sektor pertambangan, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi pertanian, perkebunan, dan perikanan agar produk unggulan Sulteng memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar internasional.

“Penguatan kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur penunjang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor daerah, itu menjadi komitmen kami dalam keperluan ketahanan ekonomi daerah,” kata Anwar Hafid dalam kegiatan Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global dilansir dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Anwar menjelaskan investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengembangkan komoditas unggulan agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai Rp127,2 triliun. Capaian tersebut menempatkan Sulteng di posisi kelima secara nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa, dengan sektor hilirisasi sumber daya mineral masih menjadi penopang utama.

"Kami ingin sumber investasi tidak hanya berasal dari sektor pertambangan, kami berupaya sektor perikanan, pertanian dan perkebunan juga ikut berkontribusi terhadap perkembangan investasi dan ekspor daerah," pungkasnya.

Gerakan 1.000 Pelaku Usaha

Anwar menilai Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM dapat menjadi penghubung antara potensi komoditas yang dihasilkan masyarakat di tingkat daerah dengan kebutuhan pasar internasional.

Ia mengatakan pelaku usaha harus memperhatikan berbagai aspek sebelum produknya masuk ke pasar luar negeri. Hal itu meliputi pemenuhan standar produksi, sertifikasi, kualitas kemasan, ketertelusuran produk, hingga kemampuan menjaga kesinambungan pasokan.

Untuk itu, pemerintah kabupaten dan kota di Sulteng didorong memperkuat kapasitas pelaku usaha di wilayah masing-masing. Pemprov Sulteng, kata Anwar, siap membangun kolaborasi untuk membuka dan memperluas peluang ekspor bagi produk unggulan daerah.

"Kami berterima kasih kepada Badan Karantina Indonesia (Barantin), Kementerian UMKM dan Kementerian Hukum, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang telah berkolaborasi dengan daerah untuk memajukan sektor usaha skala mikro, kecil dan menengah daerah supaya mereka naik kelas," tutur Anwar.

Pemprov Sulteng juga menyatakan kesiapan untuk mendukung tindak lanjut program klinik ekspor yang digagas Barantin melalui kerja sama lintas kementerian. Klinik tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami berbagai persyaratan dan kesiapan produk sebelum memasuki pasar global.

"Kami siap berkontribusi untuk memajukan produk-produk unggulan daerah supaya lebih banyak menembus pasar internasional. Sektor perkebunan komoditas kelapa, kemudian ikan Sidat serta sektor hortikultura komoditas durian dan sejumlah komoditas lainnya sudah masuk pasar ekspor. Keberhasilan itu tidak lepas dari peran Barantin sebagai institusi kekarantinaan," kata dia

Melalui penguatan investasi, peningkatan kualitas produk, dan kolaborasi lintas instansi, Pemprov Sulteng berupaya memperluas kontribusi sektor nonpertambangan terhadap perekonomian sekaligus meningkatkan jumlah produk lokal yang mampu bersaing di pasar global.

Sumber: