207 Ribu Warga Sulteng Ditanggung Berani Sehat, Anggaran Tembus Rp121 Miliar

207 Ribu Warga Sulteng Ditanggung Berani Sehat, Anggaran Tembus Rp121 Miliar

Wagub Sulteng sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido.-Foto: Instagram/@renylamadjido-

Palu, Disway.id - Program BERANI Sehat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memberikan jaminan pembiayaan kesehatan kepada sekitar 207.000 warga sejak diluncurkan pada 2025. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Sulteng memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mendorong tercapainya cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido mengatakan, program BERANI Sehat ditujukan untuk masyarakat di 12 kabupaten dan satu kota yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak berjalan, program tersebut telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Pemerintah daerah berharap keberadaan BERANI Sehat dapat memperluas akses layanan kesehatan secara adil, merata, dan berkelanjutan.

"Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat," kata Reny A Lamadjido di Palu, dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2026).

Reny menjelaskan, pembiayaan BERANI Sehat sepenuhnya ditopang pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Untuk periode anggaran 2025 hingga 2026, Pemprov Sulteng mengalokasikan dana sebesar Rp121 miliar untuk mendukung pelaksanaan program prioritas tersebut.

"Pembiayaan program dilakukan melalui skema penanggungan bersama pemerintah kabupaten/kota, sedangkan anggaran khusus BERANI Sehat bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah," ujarnya.

Menurut Reny, BERANI Sehat juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan cakupan kepesertaan dan pelayanan kesehatan semesta di Sulawesi Tengah.

Pelaksanaan program tersebut turut dipantau Pemprov Sulteng bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemantauan dilakukan melalui sistem pelayanan BPJS Kesehatan serta kanal sistem elektronik kesehatan terintegrasi atau Sehati.

Pemprov Sulteng juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program, termasuk penggunaan anggaran dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Reny menyebut pembaruan data menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan pembiayaan kesehatan diberikan kepada warga yang memang memenuhi persyaratan.

"Evaluasi dilakukan berkala termasuk rekonsiliasi data bulanan. Contohnya jika ada pasien yang meninggal dunia atau berpindah domisili, datanya langsung diperbarui supaya pembiayaan tepat sasaran," tutur Reny.

Selain memperluas pembiayaan bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, BERANI Sehat juga menjadi alternatif untuk membantu warga yang menghadapi persoalan tunggakan iuran.

Program tersebut mencakup dukungan terhadap kebutuhan pengobatan masyarakat, mulai dari biaya perawatan dan obat-obatan hingga penanganan medis tambahan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Sumber: