Bukan Cuma Durian, 3 Komoditas Laut Sulteng Ini Ternyata Bikin Negara Lain Rebutan!
Pemprov Sulteng resmi melepas ekspor perdana sebanyak 459 ton durian ke Tiongkok dalam acara yang digelar di Palu, Kamis (16/4/2026).-Foto: disdik.sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) secara aktif membuka pintu seluas-luasnya bagi para penanam modal untuk memperkuat sektor hilirisasi sekaligus mendongkrak nilai tambah komoditas unggulan lokal.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido menegaskan, pemda menyambut baik kehadiran investor asalkan seluruh proses operasional tetap mematuhi regulasi hukum yang berlaku.
“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” kata Reny dikutip dari Antara, Jumat (2/10/2026).
Peran serta dunia usaha sangat krusial untuk mengoptimalkan pengolahan hasil bumi setempat agar tidak lagi dijual dalam rupa bahan baku mentah atau setengah jadi. Pada sektor pertambangan, misalnya, komoditas nikel diarahkan agar melalui proses pengolahan paripurna sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang lebih masif bagi wilayah.
“Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi. Tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada pertambangan, strategi hilirisasi daerah juga merambah sektor pertanian, perikanan, serta perkebunan yang mempunyai daya saing pasar menjanjikan. Langkah progresif ini selaras dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian bangsa berbasis optimalisasi kekayaan alam.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah komoditas buah durian lokal yang kini kian diminati pasar global. Berdasarkan data BEST TRUST Balai Karantina Indonesia (Barantin), volume ekspor durian Sulawesi Tengah tujuan Tiongkok hingga Agustus 2026 sukses menyentuh angka 8.377 ton dengan estimasi nilai mencapai Rp871 miliar.
Selain durian, beragam produk perikanan daerah juga telah menembus pasar internasional. Komoditas tersebut meliputi kepiting bakau sebanyak 9.438 ekor senilai Rp829,4 juta, kerang darah seberat 65.530 kilogram bernilai sekitar Rp1,6 miliar, serta komoditas ikan tuna sebanyak 25.739 kilogram dengan nilai kisaran Rp2,06 miliar.
Guna mempercepat realisasi hilirisasi komoditas, pemerintah menjalin sinergi erat bersama sektor industri, salah satunya melalui kolaborasi Kadin Indonesia Kabupaten Parigi Moutong. Kerja sama ini difokuskan untuk mengoptimalkan empat komoditas andalan daerah, yakni kelapa, durian, kopi, serta kakao.
Sebagai wujud nyata kemitraan tersebut, wilayah sentra produksi seperti Kabupaten Poso, Sigi, Morowali, dan Parigi Moutong telah resmi meneken nota kesepahaman bersama pihak industri dalam rangkaian acara Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global. Inovasi produk turunan pun mulai dirancang, salah satunya melalui pengolahan keempat komoditas unggulan tadi menjadi varian es krim Nambaso bercita rasa cokelat, durian, kelapa, dan kopi.
Sumber: