Karhutla di Parigi Moutong Berhasil Dipadamkan, Api Sempat Mendekati Permukiman Warga

Karhutla di Parigi Moutong Berhasil Dipadamkan, Api Sempat Mendekati Permukiman Warga

Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla di beragai daerah dengan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).-Foto: BNPB-

Jakarta, Disway.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan setelah api membakar sekitar tiga hektare lahan perkebunan milik warga. Kobaran api tersebut sempat menjalar hingga berjarak sekitar 500 meter dari permukiman penduduk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran terjadi di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolanu Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong.

"Api menjalar ke lahan milik warga. Jarak lokasi kebakaran dari permukiman sekitar 500 meter," katanya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, kebakaran mulai diketahui pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Saat itu, api terlihat membakar lahan kebun kosong di Dusun IV, Desa Petunasugi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petani setempat bernama Sanudin. Ia melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api di sekitar kebun milik warga bernama Sajum.

Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke sejumlah lahan perkebunan lain yang dimiliki warga. Area terdampak mencakup kebun milik Lian Asriana, Wayan, Dahlan, dan Tursiman.

Akibat kejadian tersebut, luas lahan perkebunan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.

Mengetahui adanya kebakaran, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong bersama tim gabungan segera melakukan koordinasi dengan aparat kecamatan dan pemerintah desa. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan serta mengerahkan upaya pemadaman di lokasi kejadian.

Berkat penanganan intensif dari tim gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan hingga seluruhnya padam pada Minggu malam.

"Sudah padam Minggu (11/10/2026) pukul 19.30 WITA," ujarnya.

BNPB juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat bersama pemerintah daerah diharapkan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Upaya pencegahan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas, terutama ketika api berada di kawasan perkebunan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Sumber: