Karhutla di Tanjung Puting Jadi Perhatian Prabowo, Pemerintah Siapkan 200 Titik Bor Air

Karhutla di Tanjung Puting Jadi Perhatian Prabowo, Pemerintah Siapkan 200 Titik Bor Air

Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.-Foto: sekretariat kabinet-

Jakarta, Disway.id – Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajarannya mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan taman nasional yang menjadi habitat satwa dilindungi. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Kawasan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berperan penting dalam konservasi dan rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus). Selain memiliki nilai ekologis, Taman Nasional Tanjung Puting juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bagi pelancong mancanegara.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu (kawasan) taman nasional,” kata Prabowo dikutip, Selasa (13/10/2026).

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, menjelaskan bahwa pemadaman di kawasan tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus keberadaan satwa liar.

Penanganan melalui jalur darat juga menghadapi kendala medan yang berat. Kondisi kawasan membuat kendaraan pengangkut pompa dan peralatan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau sejumlah titik kebakaran.

“Saya sudah membuat tim, dari pagi sampai siang tadi kita rapat dengan BPBD, dengan pemda, Polri, kita membentuk tim betul-betul sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga. Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh,” ucap Zainul dalam rapat.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim membutuhkan pompa air serta sumber air yang dapat dijangkau dari titik-titik kebakaran. Salah satu upaya yang direncanakan adalah membuat sumur bor di kawasan rawa dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

“Nanti kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu untuk membuat bor-bor itu,” imbuh dia.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan 200 titik bor air dan pengiriman 200 unit pompa air. Kebutuhan anggaran untuk langkah tersebut dilaporkan mencapai Rp2 miliar guna memperkuat upaya pemadaman di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam rapat yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan perkembangan terbaru penanganan karhutla. Berdasarkan data per 12 Oktober 2026, kebakaran masih melanda lahan seluas 639,23 hektare di enam provinsi.

Dari total tersebut, Kalimantan Tengah mencatat luas lahan terbakar paling besar, yakni 513,89 hektare. Suharyanto menjelaskan, salah satu penyebab tingginya angka tersebut adalah munculnya titik kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

"Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan," kata Suharyanto.

Upaya pemadaman dari udara turut menghadapi hambatan. Satgas udara yang berupaya bergerak dari bandara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkendala jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap tebal.

“Di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," tuturnya.

Sumber: